Wednesday, December 19, 2007

historical night


Sabtu malam itu saya gak punya niat sama sekali buat nonton Asian Idol. Tapi memang Allah itu Maha Pemberi Petunjuk lagi Maha Penyayang…di akhir acara datanglah si pengumuman penting dengar hai dengar…

TAYLOR HICKS WILL BE A GUEST STAR IN ASIAN IDOL…!!!

OK.. Terjadilah panic attack kecil-kecilan malem itu. Otak saya berpikir keras bagaimana cara dapat tiket Asian Idol, kalau bisa malam itu juga..!

Kalo boleh jujur, yang selalu saya tunggu adalah Robbie Williams Live in Concert. Kedatangan Taylor sebenernya gak pernah saya tunggu secara serius, secara albumnya juga gak meledak-ledak amat, dan masih penyanyi baru, di sini belum banyak yang kenal pulak!

Minggu, 16 Desember 2007 adalah hari sejarah buat saya. One of the most memorized days for me. Begitu namanya disebutkan akan tampil, Kepala saya memerintahkan saya untuk tetap focus ke depan, jantung berdentang keras, dan energi yang memang sudah saya hemat siap terhempas keluar…

Too much excitement, jadinya Heaven Knows mengalir terlalu cepat buat saya. Too quick man! I was too amazed by his fine looks. Tampilan anak-anak Asian Idol selanjutnya tidak terlalu menguras perhatian saya. Sampai kepada beliau dipanggil lagi. Do I Make You Proud, lagu yang sudah pasti akan dinyanyikan, di bumbui dengan gerakan-gerakan khas Taylor..

My God, I missed that so much. So charming….

Di segment tambahan, di mana saya, teman saya dan keponakannya sudah bisa melipir maju ke barisan bangku Platinum, beliau tampil lagi.. Kali ini lebih santai dengan jeans dan kemeja biru, that’s it! So humble.. Kemeja biru dan jeans.. gak kaya’ guest stars lain yang sok-sok fashionista..

Masih amazed, saya sempat gak ngeh apa lagu terakhirnya ini. Takin’ It To The Streets ternyata. Lagu Doobie Brothers yang jadi salah satu andalannya di rangkaian American Idol 2006 lalu.

Taylor Hicks bagi saya bukan hanya suara yang khas. Satu-satunya kontestan Idol yang saya jagokan dari audisi pertama kali ini juga bagi saya belum ada duanya kalo lagi di panggung, berikut dengan harmonikanya. Selain itu tentunya dong, his fine looks..! With that silver hair and wicked eyes..

Saya pulang dengan cukup puas. Cukup di sini karena hanya tiga lagu yang dibawakan. Tapi the memory of that night, which never crossed on my mind before that this would happened, is unforgetable.

Segala kesulitan yang saya alami sebelumnya di malam itu, seperti antrian yang gak jelas, gak dapet duduk, panitia yang tolol, dll dll, sama sekali gak saya pikirin setelahnya.

DAMN…!!! I’m so grateful..

Thursday, November 15, 2007

last man standing

untuk menambah khasanah tulisan lo ini, ada 1 quote (bukan quote, pertanyaan lebih tepat) anak temen gue: "Ma, siapa yang akan menguburkan manusia yang terakhir meninggal dunia di bumi ini?" --> jawabannya apa ya ris, kira2? :))

Di atas tadi adalah penggalan dari komentar temen saya untuk blog An Inconvenient Truth saya..

What a smart kid! Pasti tontonannya Indovision.. :)
(yang pasti ini bukan turunan dari tantenya..)

Kalo kita emang pake sistem logika kan pasti begitu. Orang mati, dikubur, sama orang yang masih hidup, dan seterusnya. Bagaimana dengan yang mati terakhir?

Percaya adanya kiamat? Nah, di waktu kiamat nanti kataNya akan hancur segala yang exist di muka bumi dan alam semesta ini. Ya.. kalo logikanya sih, semua yang ada berarti termasuk manusia bukan? Jadi ya.. manusia terakhir yang mati nanti kemungkinan tidak akan dikuburkan oleh manusia lainnya. Tapi akan automatically “terkubur” bersama benda-benda alam semesta.

Lah, trus kenapa kata terkubur saya berikan tanda petik? Karena saya gak yakin akan masih adanya zat yang dinamakan tanah pada saat kiamat nanti, mengingat kataNya semua akan hancur, ya.. termasuk tanah itu tadi.

That simple Tiek.. semoga lo gak bingung ngejelasin ke keponakan lo yak..! Awalnya sih emang susah, secara konsep kiamat itu agak mengerikan pasti bagi anak-anak. Well, Good Night n’ Good Luck!

Monday, November 12, 2007

An Inconvenient Truth

Hari Minggu kemarin saya baru saja berhasil nonton An Inconvenient Truth! Hhhh… secara selama ini “kelupaan” dan udah teronggok lama banget di tumpukan dvd. Agak memalukan sih, hebohnya udah dari dulu, dan sok-sok ikutan support that-handsome-a-should-be-president Al Gore, tapi nontonnya baru kemaren. An Inconvenient Truth fokus kepada Global Warming, yang meyakini suatu hari air laut di bumi akan meluap karena para es di kutub-kutub sana terus mencair. Yup! I believe that.. Overall saya emang fully setuju sama Al Gore..(Damn! He’s so charming! Dasar Bush bego, kenapa harus dia yang jadi presiden??!)

Inconvenient Truth. Judul yang simple tapi kalo dirasain agak gak enak dan kalo dipikirin jadi pusing. Biasanya justru banyak orang yang tau, tapi memilih untuk bersikap denial. Most of us tau kenyataannya kaya’ gimana, tapi jadi sebodo’ amat karena kehidupannya saat ini lebih menyenangkan ketimbang ngurusin dan mikirin hal-hal yang nanti-nanti. Kalo kata Al Gore, “many people say, we’ll deal with that tomorrow”.

Inconvenient Truth yang akan saya bahas ini bukan Global Warming. Tapi hal yang lebih simple. Simple di sini maksud saya adalah karena tidak menyangkut statistik layaknya teori Al Gore dan timnya. Inconvenient Truth favorit saya adalah mati, or kematian or death or meninggal dunia, or game over or gak idup lagi or whatever u call it.

Wessss…kalo yang ini lagi saya bahas or lagi saya baca bukunya, pasti banyak temen yang komen: “ih, buku lo serem banget sih, Ris!” ato “aduh Ris, plis deh..scary loh!”..or etc etc..bahkan pada bubar menghindar. That’s a common reaction.

Kadang saya suka heran, kadang suka ketawa sendiri (gila gue rasa..) kalo liat reaksi orang-orang kaya’ begitu. Di satu sisi, mereka bisa dibilang normal bereaksi begitu. Di sisi lain, saya justru geregetan, kenapa harus begitu? Bukannya everyone’s gonna die someday? Kenapa harus takut ngomongin tentang sesuatu yang justru pasti akan terjadi? Malah lebih senang membahas sesuatu yang belum pasti, kaya’ ramalan-ramalan atau gosip. Kenapa kenyataan kita akan mati menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang?

Ada beberapa teori standar untuk menjawab pertanyaan terakhir saya tadi. Pertama, kematian freaks people out karena mereka ninggalin dunia yang dicintai ini. Kedua, mereka gak tau apa yang bakal terjadi setelah mati, will it be good or bad? Ketiga, yang tau bakal adanya siksa kubur, lebih takut lagi.. karena ngerasa banyak dosa. Keempat, masih related dengan yang ketiga, gak siap mati, karena masih banyak dosa (yang kaya’ begini mah biasanya gak akan pernah siap).

Tapi ada satu excuse yang paling tinggi tingkatannya menurut saya. Karena mati adalah sendiri. Sendiri di dalam kubur, sendiri juga di siksanya, gelap, sepi..semua sendirian. Coba kalo ada yang ngajak mati rame-rame..belom tentu juga mau kan? Tetep aja ntar dikubur tanggung jawabnya sendiri-sendiri.

Personally, saya suka baca artikel atau buku tentang kematian. Saya dan keluarga saya juga udah biasa bercanda tentang kematian. Gimana bete nya ntar di dalem kubur sendirian, nitip pesen jangan lupa selipin senter di dalam kafan, etc..etc.. Saya gak percaya kalo orang bilang, "ati-ati kalo ngomong tentang kematian, nanti malaikat lewat dicatet, malah kesampean loh.." Menurut saya, mau malaikat nyatet or whatsoever, yang nentuin tetep Yang Maha Kuasa.

Nabi Muhammad SAW bilang, orang yang cerdas adalah orang yang selalu memikirkan dan mempersiapkan kematian. I definitely agree with him. Tapi itu tergantung dari percaya ato tidaknya seseorang akan apa yang terjadi setelah kematian. Saya yakin 99,8% manusia percaya kalau dia akan mati someday. Tapi persentase yang percaya akan life after death tidak sebanyak angka tadi. Setuju gak? Who’s with me??

Despite dari percaya ato tidaknya akan life after death itself. Pernah gak anda bertanya-tanya, kapan ya, gue bakal mati? Kalo gue mati, gimana ya? Apa yang bakal gue rasain? Sakit gak ya? Karena katanya sakit. Bakalan terbang gak ya arwah gue kaya’ di film-film? Gimana ya, nanti di kuburan? Gue geli ma belatung, berasa gak ya kalo ada binatang itu? Masuk surga ato neraka? Kalo gue mati, siapa aja ya, yang bakalan nangisin kepergian gue? Gue bakal liat gak ya, siapa aja yang ngelayat gue, siapa yang sedih, siapa yang seneng, siapa yang gak peduli, siapa yang ngasih uang angpaw banyak ke dalam baskom (??).

For those who don't believe akan siksa kubur dan life after death. Pertanyaan seperti tadi pasti sempat terbesit, gak mungkin gak…but hell, it's your own opinion.

Bagi yang percaya. Bertanya-tanya seperti tadi adalah satu small step yang smart. Dimulai dari bertanya, kemudian cari tahu, serap ke dalam hati dan logika, and make some changes in life. Tapi saran saya jangan terlalu lama proses penyerapannya, secara waktu kita gak banyak. We never know when the time comes..

Buat yang percaya kalau dirinya gak akan mati, well.. congrats! May I please introduce myself, I'm Aris.. and u're God aren't u??

So which side are you?

Thursday, October 18, 2007

mas-mas ganteng Hollywood













Iseng.. karena belom punya bahan lagi buat di post di blog.

Ini wallpaper gue sekarang. Mas-mas ganteng Hollywood. Biar temen gue bilang tua..biarin.. bagi gue bukan tua istilahnya, tapi matang..

(gak penting..hihi..)

my cloudy mlb



It's happy to see the Yankees hit the postseason games
It’s sad though to see them beat by the Indians
We’ll see next season..

Well, let’s give it to the Indians, they’ve existed first before the Yankees
After all they’re native Americans…

Now I’m even happier that the Red Sox will be beat by the Indians
Those cocky players.. they think their the best!!

Wednesday, August 1, 2007

dear son..

You went straight there we know
With The Best Guardian of the universe and more
There’s no tears need to be cried
Joyful you will forever feel
You’re probably playing with him
The great father, Ibrahim
On your side is fortunate
Live not to in the evil earth

We’ll see you again someday..

Monday, June 4, 2007

Phobic Part II

Afraid of the dark?? Well..it’s a usual thing. Although I’m not one of them. More likely to be called claustrophobic. Yup! This is a common phobic suffered by people, and I’m part of them. Bukan cuma gak bisa di ruangan yg ketutup rapet pet pet.. tapi juga gak banget kalo disuruh pake helm lengkap.

I’m wearing glasses and I’m proud of it! Well, a bit annoying sometimes.. But don’t try to make me wear lens contact. I’m afraid of anything goes into my eyes!!! Saya gak tau apa sebutan phobic nya.. whatever it is. Bisa berantem saya sama suami kalo udah urusan pake tetes mata. Pernah coba wear contacts, needed half an hour for each eye, begitu juga di saat melepaskannya! So stupid! So, don’t bother suggest me to wear it.. I’m wearing glasses and I’m proud of it!

OK.. this one is the ultimate phobic of all time.. beaches.. seas .. oceans, whatever u call it. Phobic yang satu ini baru saya rasain bener2 di saat kuliah, di mana sering-seringnya saya bareng temen-temen ke tempat2, yang-menurut-orang-banyak-sangat-menyenangkan-untuk-dijadikan-tempat-wisata-ini. The sea is not a cool place to swim to. Too deep, terlalu jauh tempat untuk berpijaknya. Belum lagi millions of sea animals, and creatures!!! O, My God!! They’re beautiful only to look at (on TV ya!-red). Phobic saya ini bertambah kuat setelah kejadian enormous tsunami in end of 2004. Walopun ada George Clooney yang ikut participated di pengumpulan dana, tapi itu tidak membuat semua jadi indah.. huhuhu.. For me, the sea is a big part of nature yang terus bergerak dan sangat gak ketebak what’s it’s next move!! I mean c’mon! Tiba2 di pantai Indonesia bagian selatan bisa pada pasang tanpa alasan yang jelas??! Isn’t that creepy??!!

Still continue? Well, probably.. whatever..nevermind..

Pirates 3: At World's End (really..hoping this is the end)

Compared with previous Pirates:

Good opening..cukup mencekam
The singing scene really gave a creep out of me

Too much talking, for the first 2 hours!
Quite boring…
A bit complicated story for children
Less action
Still.. Johnny “remarkable” Depp
Less of Jack Sparrow in action
Too many characters
Several bloopers..(what’s up with other ships when the Black Pearl was in the battle??! Where were they?)
Less funny
Lack of battle
Keith Richards maen gitar?? Hahahaha.. maxa’ banget!
Which one is Callypso?! I mean it!
Too silly
Good price for an XXI (Djakarta Theatre Rp 20 rebu!)

That’s it! Who’s prayin’ that will be Pirates 4?? Well, Good Luck!

Thursday, May 17, 2007

EJ(b)D -Edjaan Jang (beloem) Disempoernakan-

Inie akoe tjoema maoe mentjoerahkan iesie hatiekoe..


Akoe tiada merasa gembiera karena American Idol soedah mendjadie aneh.. darie awal akoe sodeah merasa kalaoe panietiea moengkien soedah kehabiesan talenta, namoen tetap akoe tjoba iekoeti atjara ienie, karena di hatiekoe masieh tersiempan harapan akan ada talenta-talenta jang biesa menjamaie Taylor Hicks atoepoen Clay Aiken. Akoe ketjewa sekalie sewaktoe Melinda Doolittle di eliminatie kemarien itoe. Sama ketjewanja akoe dengan Simon jang kaja raja (hhh... banjak sekalie persamaankoe denganja, ketjoealie ja.. kaja raja itoe.. hiehie).


Bientjang-bientjang tentang Taylor Hicks, akoe lagie tjemas poela. Soedah lama koetoenggoe-toenggoe kehadierannja di layar katja, lajaknja Koes Ploes menoenggoe-noenggoe boes sekolah jang tiada koendjoeng tieba. Hampier habies enerhiekoe menoenggoenja. Kawankoe Atiek djoega paham sekalie mengenaie periehal ienie (kemoengkienan diea bosan mendengar keloehankoe tentang Taylor.. hiehie..). Soedah hampier satoe alboem akoe hafalkan, tapie diea beloem terliehat djoega. Akoe sepertie kehielangan djedjak iedolakoe, padahal betapa tampan dan adoehaie bidoean itoe, apalagie penampielannja di panggoeng gembiera.


Menjamboeng perbintjangan mengenaie Idol.. kalaoe Indonesian Idol akoe sietjh soedah hielang rasa darie sehabies Idol 2. Bagikoe sangatlah menoeroen kwalitetnja. Bajangkan sahadja, masa' djoewara Idol sama kwalietetnja dengan djoewara AFI. Hanja diepielieh jang adoehaie dan tjantiek, padahal beloem tentoe biesa djadie garantie soewara mereka bagoes. Mengapa tiada dibentoek stratehie baroe oentoek memperbaiekienja?? Para djoerie poen soedah sangat berkoerang gregetnja, apalagie Indra Lesmana, mengapa tiedak diea sahadja jang di eliminatie!


Moengkien jang batja toeliesan ienie agak bingoeng mengapa akoe memielieh edjaan lama sepertie ienie.. ienie sebetoelnja karena akoe dan temankoe si Djoko Panoentoen -jang-menoeroetkoe-bieasa-sahadja-tiada-terlaloe-karieb-tapie-diea-sangat-menganggapkoe-karieb, ja..maoe bagaiemana lagie??- sedang marak-maraknja menggoenakan edjaan ienie dalam hal ber-tjattieng seharie-harienja. Akoepoen bingoeng, si Djoko Panoentoen itoe, sepertienja diea memang berasal darie djaman toedjoeh poeloehan, darie namanja sahadja soedah biesa djelas terliehat.


Sahampaie saat ienie akoe dan Djoko Panoentoen atjhiernja biesa mengertie mengapa Bang Rhoma biesa ma'loem sama ramboetnja Jatie jang koetjar katjier tiada kedjelasan. Itoe semoea karena Bang Rhoma sendierie dadanja berboeloe semraowoet, jang mana memboewatkoe moewal. Beloem tentoe kalaoe ramboetnja Jatie di boeat mendjadie yongenskoop, Rhoma biesa tjienta. Namoen sekarang Rhoma dan Jatie tiada mampoe bersatoe, karena Jatie soedah sama Pangtjie, dan Rhoma poen tiada biesa menemoekan belahan djiewa karena selaloe berpiendah-piendah darie satoe perempoewan ke perempoewan lainnja, kasiehan diea..


Juma'at ienie sebetoelnja masjarakat oemoem liboer, sedangkan tempat kerdjakoe tiada liboer. Akoe tjoekoep kesal. Padahal kan moengkien akoe biesa dapat liboer pandjang dan moengkien biesa djalan-djalan, lajaknja NAIEF jang mampoe djalan-djalan k'lielieng kota walaoepoen hanja sampaie bienariea.


Tapie tiada bolehlah akoe serieng-serieng mengeloeh, haroes banjak bersjoekoer.. karena hiedoep ienie hanjalah sebentar sahadja.


Tjatatan:
* Toeliesan ienie moengkien tiada ketjotjokan dibatja oleh sieapa sahadja jang poenja IQ di bawah rata-rata
* Djoega moengkien agak soeliet dibatja oleh orang jang poenja sakiet dysleksia


-TAMAT-

Tuesday, May 15, 2007

What??! No Post yet?!

Bukan maksud hati untuk tidak posting-posting.. tapi kerjaan gue segabroek!!
We'll see what's coming next week..

Monday, April 9, 2007

Nagabonar Jadi 2

OK.. Cita-cita saya untuk ngulang nonton 300 tercapai sudah. But actually, yang saya incar adalah Nagabonar Jadi 2, secara.. film-film karya Deddy Mizwar always amaze me.

Nagabonar Jadi 2 is the only local movie yang saya tonton di bioskop!!

Banyak banget message yang disampaikan di film ini. Dari mulai family matters, moral matters, social matters, love matters sampai dengan akhirat matters (4 thumbs up buat Deddy Mizwar! So typical of him..). Semua tadi successfully dikomunikasikan di film ini.

Adegan yang paling mengagumkan bagi saya adalah ketika Nagabonar melayangkan protes kepada Jendral Sudirman..well, in this case adalah kepada patung Jendral Sudirman. Can you imagine, dia berusaha manjat patung tersebut demi menurunkan tangan Sang Sudirman yang sedang hormat karena menurutnya kenapa Sang Jendral harus menghormati mereka yang lewat, apakah karena mereka punya kendaraan beroda empat????

Kecil tapi menyentil...

This movie has really put me in a roller coaster. Emosi saya terombang-ambing, naik turunnya gak karuan. Satu detik dibikin senyum, tertawa, the next detik hati saya tersengat dan sampai mata berhasil tertutup oleh genangan air. Dan gilanya, not long after that...dibikin geli ketawa lagi.

Salah satu yang bikin saya tertawa geli dan masih tergelitik kalau mengingatnya adalah alasan Nagabonar untuk mulai belajar mengaji lagi, "Takut dimarahi sama mak ku. Bisa gatal-gatal aku nanti. Kalau masuk surga masih gak apa-apa, karena dingin. Kalau masuk neraka..! Sudah gatal, panas pula!!"

Sederhana, tapi mengena..

As usual, Deddy Mizwar is a genious actor. Tora terlihat berusaha berusaha keras mengejar kemampuan akting beliau, but he's still good though, entertaining. Ketiga sahabat Bonaga juga cukup menghibur, walaupun bagi saya mereka terkesan hanya sebagai peramai suasana saja. Umar sang tukang Bajaj pun tampil dengan cukup baik. Hanya satu yang ganggu, Wulan Guritno. Saya tidak merasakan sedikitpun chemistry antara dia dengan tokoh manapun di film ini.

Banyak yang bilang, ending film ini kurang greget. Well, I just have to agree with them. Agak konyol memang, agak maksa (tapi gak separah those sinetrons!). Saya agak kurang terima dengan munculnya Indra Birowo di situ. Bukan karena dia gak bagus.. he's funny and quite natural, tapi kenapa harus dia??! Bener-bener bikin jadi agak drop buat saya personally, karena saya udah cukup eneg dengan situasi di mana ada Tora di situ ada Indra...please...

Well, nothing's perfect anyway.

But overall, saya salut buat film Nagabonar Jadi 2 ini. Andaikan para pembuat film Indonesia bisa menciptakan karya dengan kualitas seperti ini, saya yakin perfilman Indonesia akan beneran bangkit.

Way 'd go Deddy Mizwar!!!

Thursday, March 22, 2007

SPARTAAAAAAAAAAANS!!! What Is Your Profesiooooooon!!!??!

...adalah line dari King Leonidas yang paling saya ingat dari film itu. Well, sebenernya ada beberapa line yang juga keren yang terekam di memori saya, seperti, "This is Sparta!!", atau "Tonight, we dine in hell!!!", etc..etc.. tapi, itu yang paling menggelegar. Karena setelah pertanyaan itu di ajukan dengan nada menantang, 300 pasukan Sparta lengkap dengan pakaian yang minimalis (hanya underwear, sayap model superman & sendal jaman baheula) langsung menjawab pertanyaan dengan yell yell (kok kesannya Cheerleaders ya?) yang juga menggetarkan seisi bioskop.

300 - Prepare For Glory!
Film ini baru saja saya tonton hari Senin kemarin. Gak ada maksud buat nomat, karena saya pun gak inget kalo itu hari Senin. Memonopoli 2 di antara 3 teater yang ada di Djakarta Theatre, film ini memang jadi salah satu film yang saya tunggu-tunggu tahun ini, berkat vcd trailer gratisan yang saya dapat dari majalah Cinemags.

Tema film ini simple aja, hanya bercerita tentang seorang Raja yang ngotot ingin mempertahankan wilayah kerajaannya, Sparta. Si Leonidas yang charming abis di film ini, berani melanggar titah dewa Oracle (yang menurut saya namanya kok berbau teknologi banget yak??). Sebelum diserang beneran sama Persians, Leonidas yang dikawal oleh 300 orang pasukan memutuskan untuk maju duluan.

"Film ini film perang.." Itulah yang keluar dari mulut adik saya beberapa jam sebelum saya nonton. "Kaya' film documentary", dia menambahkan. Hmmm... hampir saja saya mengundurkan diri dari menjalankan niat mulia saya itu. Tapi, my dearest hubby pantang mundur. Okelah.. Jadilah saya nonton film itu tanpa pengharapan macem-macem. Tadinya saya berharap film ini akan menjadi kurang lebih seperti LOTR atau paling gak Gladiator lah.. atau Troy.

Ternyata, film ini memang film perang! All those 300 men, all those combats, all those strategies! They're soooo amazing!! Plenty of blood, lots of flying heads, arms, legs. Di saat mereka diserang ribuan Persians, di saat mereka harus mundur dan maju lagi. Bayangin aja, dari yang tadinya terdorong mundur, mereka tiba-tiba bisa "nge-rem" dengan kaki mereka, dan kembali mendorong maju! (unbelievable). Para Spartans tuh incredibly ashtonishing! Dipercaya sebagai keturunan Hercules, mereka juga jenaka. Tertawa di saat menumpuk dead Persians' bodies, bercanda dan terbahak-bahak geli di saat sedang berlindung di bawah shields mereka yang sedang diserang jutaan anak panah!

Saya cuma bisa komentar.. "Gila emang!"

Ketika mereka menyerang dengan strategi yang cerdas, ketika tusuk sana tusuk sini, when those parts of bodies were flying, when only two people could beat tens of others.. and when those two could easily teased on each other with jokes while killing people...

Saya cuma bisa bilang.."woooooow, wuidiiiihhh, ih gila! sintink!"

This movie is sooo colorful, good cinematography and great sounds! Narator yang mengiringi hampir sepanjang film ini juga mampu menarik hati dan emosi saya masuk jauh ke dalam film ini. Begitu megah peperangan itu.. begitu menggelegar! Ada moment di mana saya, gak pernah-pernahnya, hampir reflek standing ovation di tengah-tengah film. Cuma saya inget kalo di sebelah ada suami saya..yang pasti akan uring-uringan karena malu.. hihihi.. Dengan bangga besoknya saya langsung promosi ke Atiek (secara sama-sama big fans of movies). Dan setelah tadi malam dia akhirnya successfully nonton, berkali-kali dia bilang.."Aris! Film ini keren! Gue mau nonton lagi!!"

...

Yup! Saya juga beneran mau nonton lagi...

Monday, March 19, 2007

March 16, 2007

Dag dig dug... jam 7 sudah terlewat 15 menit malam itu. Undangan pun sudah hampir lengkap. Suasana cukup mencekam untuk kami para panitia. Kami ragu, apakah dimulai saja atau tetap menunggu si Bapak VIP itu. Namun setelah beberapa menit menunggu, akhirnya kami dapat lampu hijau dari Ibu VIP nya.

Tempindo's first yearly gathering. Yup! it happened last Friday night. Akhirnya acara ini launching juga! Setelah sempet "tertunda" beberapa tahun (??). Teman-teman dari divisi saya kebagian dipercaya buat jadi panitia. Huahaha... ini antara karena emang kita dianggap anak-anak yang berkemauan keras dan responsible atau mungkin karena dianggap lebih banyak nganggurnya dibanding divisi yang satu lagi. Well, karena motto saya di blogspot adalah God gives a simple life, jadi saya pikir simple nya aja deh.. memang kami banyak nganggurnya.. hehehe..

Yak! Kembali ke malam itu. Tak disangka tak dinyana, acara mengalir dengan mudahnya. Dari mulai speech sang ketua panitia yang menyentuh dan jenaka, excellent mba' Kenny!! (banyak yang terpana soalnya), speech dari Bu Catherine yang setelah itu rencananya akan dibuat dramatis dengan adanya surprise bunga buat beliau, tapi ternyata agak kurang "jeng-jeng" (minjem istilah komik). But, it's OK, namanya juga usaha kaleee...

O iya, jauh sebelum acara, bahkan sampai beberapa jam sebelum acara, Atiek (alumni kantor) sangat menyesali kenapa baru sekarang diadakan acara ini. Padahal dia adalah banci tampil, yang dipercaya bisa meramaikan acara dengan sifat kurang rasa malunya itu. Teman saya itu menawarkan diri untuk menjadi "Party Crasher", mengingat kekhawatiran panitia terhadap jalannya acara nanti.

Ternyata...


The party crashed by itself. It was unbelievable! People sang, people danced, people laughed until they cried. Dari mulai pemaksaan nyanyi dengan korban Fitri dan saya, request-request lagu oleh bapak-bapak "ja-im" yang tak disangka-sangka ternyata centil yaitu Pak Suryanto, sampai Dian yang salah tebak judul lagu, padahal yang barusan dia nyanyiin lagu Buaya Darat, tapi kenapa pas ditanya jawabnya malah Teman Tapi Mesra??!?

Rencana hanya untuk 2 jam, ternyata berjalan sampai hampir 3 jam. Endang sang MC sampai harus terpaksa memberhentikan acara malam itu, padahal request untuk tampil ke panggung masih antri. Sebagai lagu penutup, standardlah.. Kemesraan.

Well, two thumbs up buat teman-teman panitia, yang udah pusing mikirin what the event will be like... Lots of compliments came from the VIP's, dan rasa lega pun menyelimuti... (halah! sok puitis). Hopefully next year will be better (kok yakin banget gua bakalan masih di sini ya??!).

Cheers everyone!!

just to feel that way

i feel you letting go
holdin' on, cought in between
could you risk the pain
take the chance, your heart might bleed
just to feel that way...

can't keep runnin' in circles
i'm standin' right here
could you rewrite the story
but trade all the tears
oh, it's not too late to feel that way...

take a walk on the wire
i won't let you go
we'll follow the streetlights
down this jagged road
we'll break it all open
findin' our way
we might end up broken and wounded
and baby it's worth it
for even one day
just to feel that way...

let this moment unravel
and we'll be allright
the world might be gone tomorrow
but we're here tonight
oh, it's not too late just to feel that way...

Just to fall apart
i don't care
i'm not goin' anywhere
without you being here
by my side
it's just don't feel right
we'll follow the streetlights

(taylor hicks)

Wednesday, March 14, 2007

Bono Oh Bono

Jadi teringat sama buku Bono On Bono yang saya beli buat kado salah satu teman tahun lalu. But this is a story about Bono's fans yang, saya yakin, sampai sekarang masih terngiang-ngiang sama kejadian ini...

Di suatu sore...
SMS: "Disinyalir Bono datang pas Java Jazz kemarin! 99% konfirm! If it's true...huhuhu (icon nangis)". What??!! Masih gak percaya, dan masih sedikit mengernyitkan dahi, SMS berikut menyusul, "Dan ternyata beritanya ada di koran Sindo!" OK..that made two of my "What!!??"

Long story short, jadi ceritanya ada beberapa saksi yang melihat penampakan si Bono itu di sekitar lokasi Java Jazz. Alone.. tanpa ada orang-orang yang notice. Penyesalan terbesar datang dari teman saya itu. Karena dia dengan suksesnya menjual tiket Java Jazz yang mana telah berhasil didapatkan for free! Padahal tahun-tahun sebelumnya tidak absen dari event tersebut.

Why's Bono there? It's a simple question with a simple answer.. he probably likes jazz. Tapi saya dan teman saya itu menyimpulkan, kalau Bono sedang market survey. Apabila banyak orang notice akan keberadaan dia kemarin itu, dan melakukan aksi histeria... U2 akan menggelar konsernya di Jakarta. Menurut saksi mata, no one made hysterical move while he was standing alone!! So, that means...

TIDAAAAAAAAAAAAKKKK....!!!

Koleksi Fobia

Saya gak ingat sejak kapan saya memulai koleksi yang satu ini. It's so annoying! Banyak temen saya yang komentar: "penampakan loe macho, tapi banyak cemennya ternyata!! huahahah..." Sial! Tapi mau gimana?? I'm not joking about these phobics.

Rasa takut saya pada ketinggian adalah yang paling lama yang saya rasakan. Eskalator, jembatan penyebrangan, elevator transparan, pesawat terbang, u name it. But I think this is a common phobia suffered by some people.

Ingat film "It" ?? Sebuah film thriller dengan tokoh antagonis berupa Badut. Yup!! I think it is the main reason saya fobia sama mahluk jadi-jadian yang satu ini (hhh...horror movies..it's just not for children!). Phobic yang satu ini bisa bikin saya sampai keringet dingin. Semakin dewasa, bukannya malah better, tapi malah menambah alasan kenapa badut itu menakutkan..yaitu, I don't know what's inside that creepy costume!! Is it also a creepy creature???

(to be continued....)

all about orange

One day, I decided to have my own blogspot. Couldn't figure out a name at the time. And then came this little idea of orange. I was wearing orange clothes, my computer display was orange, my cell phone is orange, and many other things at the moment were orange.

It's not my utmost favorite color. It's not also my utmost favorite fruit. But whenever I see the color, it gives me spirit, a joyful spirit. I hope this humble blogspot of mine is able to create joyful for everyone.

Cheers...
(special thanks for d.j. panuntun)