Wednesday, July 30, 2008

quotes: Hank Moody


"A morning of awkwardness is far better than a night of loneliness"

- hank moody (Californication) -

Monday, July 28, 2008

it's all about choices

YM saya tadi pagi: “Kamoe haroes batja blog-koe ja! Akoe tiada menjangka bahwasanja ahlie2 terkenal itoe banjak jang bodoh!” (mohon dimaklumi, saya dengan Djoko Pantoen –nama YM saya buat Danang- memang selalu menggunakan ejaan lama di ym atau sms kami).

Setelah baca blog-nya, saya pun sampai tertawa geli sendiri. Panjang dan lebar, dia mengutip pendapat beberapa tokoh psikologi Indonesia tentang kaum homosexual. Bukan cuma mengutip tapi lengkap dengan pendapat dan sanggahan pribadinya.

First of all, saya sih udah gak pernah mau dengar lagi ocehan para komentator yang suka pada muncul di tivi, Koran, majalah, radio or whatsoever. Bagi saya most of them tuh asli sok tau banget. Just a waste of my time. Bagi saya, selama bangsa Indonesia masih subyektif, gak open minded, gak bisa liat dari banyak sisi, selama itu juga Indonesia sulit untuk maju.

Second of all, here’s what I think about gay people…

I don’t mind them. Mereka punya pilihan sendiri. Apakah mereka sudah gay dari lahir ataupun mereka pilih untuk jadi gay setelah dewasa, it’s their business, their own choice of their lives. Lagipula kalau memang mereka gay dari jaman lahir, trus mau gimana?

Saya pernah baca satu cerita. Seorang gay yang cukup religius. Merasa dirinya gak bisa dipaksakan berpaling ke gender lain, akhirnya dia memutuskan untuk tetap jadi gay. Tapi, ada tapinya nih.. dia juga memutuskan untuk berusaha menahan diri agar gak melakukan kegiatan sexual..(gak tau deh, bener or gak).

Memang kalau dari segi agama, yang namanya homosexual itu dilarang, tapi apa dulu nih yang dilarang? Menurut saya, yang dianggap dosa adalah kegiatan sexualnya. Kalau anda gay, tapi juga religius, ya..resiko. Saya bukan orang yang mau repot ikutan protes or pusing untuk masalah beginian. Saya gak keberatan sama pilihan mereka. Saya punya beberapa teman gay, dan they're fine. Saya bukan pembela kaum gay, tapi saya selalu tau kalau Allah SWT memberi kebebasan kepada manusia untuk bertindak. So once again, it’s all about choices.

Khusus bagi para komentator tadi, ada hak apa anda men-judge seperti apa dan siapa homosexual itu? Sedangkan anda sendiri tidak mengalaminya? Hanya mengamati?

*Lagian kok bisa-bisanya sih si Sarlito dan Adrianus itu bilang, kalau kaum gay gak kenal konsep belahan jiwa?? Betapa sok taunya mereka. Are they even gay?? (memalukan komunitas psikologi aja deh!)*

Friday, July 25, 2008

Do You Believe?

Ketika saya dan beberapa teman lagi heboh-hebohnya ngomongin The X-Files yang tayang reguler perdana hari ini, tiba-tiba ada pengumuman: “Ada sighting di Sidoarjo!!” Berita ini cukup menghebohkan hari Jum’at pagi. Sighting ini direkam dengan kamera HP pada Kamis malam (http://www.youtube.com/watch?v=cITIJVPLi00, http://www.youtube.com/watch?v=9yV7V1p7ZgQ).

Masa’ sih demi promosi X-Files sampai ada kaya’ beginian?? Hahahahaha... (hmm..could be??)

But the first thing came to my mind was, “Hah?? Semoga Robbie tau nih, dan berkunjung ke Indonesia!!!!” (hihihi…jadi geli sendiri kalo mikirin ini)

Well, if Mulder says ‘I Want To Believe’, Robbie says ‘I Believe’, I say “They are exist, alright, but so what?? They have their own business to take care of, just like us”.

The X-Files: I Want To Believe


Just jarred!!

The X-Files. Serial yang cukup fenomenal di era tahun 90an. Temanya juga masih lumayan jarang diangkat di zamannya. Penyelidikan kasus-kasus ‘X’ yang hampir impossible untuk dipecahkan. Mostly tentang konspirasi pemerintah which also mostly related to aliens. Misterius, banyak gak ketebak dan agak spooky. Itu yang paling saya ingat dari cerita-cerita serial ini. Serial ini juga yang bikin saya jadi penganut teori konspirasi. Tapi satu hal yang paling menarik bagi saya, dan saya yakin bagi fans X-Files juga, it’s no other than those two agents, Fox Mulder and Dana Scully.

X-Files: The Movie pun dirilis di tahun 1998. Saat itu memang masih hangat di ingatan, secara masih dekat dengan periode berakhirnya si serial.

Now, in 2008, muncullah The X-Files: I Want To Believe. Wow! First I thought, Oh.. dear God! Masa’ sampe’ segitunya sih..Ketika yang lain bikin sequel-sequel yang berlebihan, film ini ikut-ikutan?? I was like, mau nyeritain apalagi? Di era film konspirasi udah puluhan, orang udah mulai bosen sama cerita misteri, aliens udah basi’ (I’m even almost sick with Spielberg’s and Shyamalan’s), then what???

After I watched it…(about two hours ago)

The X-Files: I Want To Believe menceritakan tentang kasus penculikan dua wanita yang mengarah ke mutilasi. Penyelidikan pun dibantu oleh seorang pendeta cenayang. Ceritanya, FBI udah buntu, and desperately asked for help from the legend of X-Files agents, Mulder and Scully.

Benar-benar di luar dugaan saya, film ini asli biasa banget! Ceritanya terasa sangat simple. Kurang rumit, gak misterius dan gak sophisticated. Pokoknya gak se ’X-Files’ jaman dulu deh. Atau mungkin karena udah terbiasa dengan film-film yang lebih rumit zaman sekarang ya..? Kok saya malah ngerasa.... ceritanya sangat kurang penting. Apalagi casting pemeran tambahan seperti Amanda Peet dan Xzibit (??). Duh, gak banget!!

Yup! It’s definitely not the story. It’s not the phenomenal thing anymore. It’s about reminiscing!! Tujuan film ini benar-benar dirasakan hanya untuk para penggemar serialnya yang, mungkin, masih ada rasa kangen. Atau sekedar menjadi reminder, bahwa, once, kita pernah cinta berat sama serial ini.

Fokus memang di Mulder and Scully. Bagaimana hubungan mereka selanjutnya. Scully yang religious namun sangat scientific, dan Mulder yang ter-obsessed oleh the lost of his sister, which he believes was abducted by aliens, hingga akhirnya dia menjadi lebih cenderung percaya ke arah supranatural. Two people with a very different point of views. Fans’ curiosity of their future relationship akan dengan mudah terbayar di film ini.

Well, layaknya teman saya bilang, sepertinya The X-Files: I Want To Believe hanya sekedar cara Chris Carter for saying goodbye to the fans, that this will be the last X-Files movie. Hahahaha…! Itu juga yang saya rasakan. Apalagi ketika sedikit adegan yang muncul after credit title.

But, I’m a fan.. so I’m glad for this movie.

Satisfaction rate: 67%

Monday, July 21, 2008

The Dark Knight: my deepest opinion


OK. This is phenomenal. The most anticipated movie this year.

The Batman is darker than ever….

People are talking about this movie like crazy. Approximately 2.5 hours with full tense. A psycho thriller if I may say. This is not at all a children`s movie. In fact I saw several parents with kids exit the studio in the first hour (oohh…please parents, do some research first before decided to buy the tickets!). 99% of my friends were amazed by this movie, and most of them were speechless after they saw it.

Really?? Is it that good??

Let’s see.. Is it because people didn’t mind stand in lines for like hours to buy the tickets? I don’t think so, it’s the IMDB rating! Which shows that The Dark Knight has reached the almost perfect point, which is 9.1. It’s the number holds by The Godfather and Shawshank Redemption, the best movies ever!! Hmmm… is it really that good??

From my point of view, Heath Ledger really helps The Dark Knight. There would be no people stand up in lines for hours if not because of his death which causes their curiosity. There would be no speechless audience if he’s not The Joker. There also would be no ‘best superhero movie’ (some say) if he’s not in it. Yes, it’s all because of Heath Ledger. No other reason. There’s no cool Dark Knight if there’s no Heath. I’ve said it..!

It’s not a bad movie. It’s a nice one, actually. Nolan wrapped it beautifully. Nice action scenes (Batman in the BatPod, by the way..sooo cool!!) and a very good ending. But, I don’t know.. I’m not too impressed. I didn’t even say ‘wow’ after the movie, I didn’t have the will to ‘re-watch’ the movie (just like I experienced after watching Iron Man). I don’t know, different taste probably? It just didn’t struck me.

And the 9.1?? Are you guys kidding me?? There’s no way The Dark Knight deserves to stand at the point as those two said movies..! Those are all-time masterpieces. I believe 9.1 for The Dark Knight here is only a ‘shock’ point. The point which you guys give while you are still amazed at this moment, not an all-time point. It’ll loose…

Sorry guys, I don’t hate the movie. But I just don’t think this is an ‘almost perfect’ one. I enjoyed watching Michael Caine, though..

Satisfaction rate: 7.5%

sedikit kisah nobar

Rencana nonton bareng milis Cinemagsforum akhirnya terwujud juga. The Dark Knight jadi pilihan paling banyak dibanding Indiana Jones dan beberapa film lainnya yang saya juga udah gak ingat. Studio XXI di EX juga menjadi pilihan yang tiba-tiba muncul setelah Senayan City.

The Dark Knight diputar di 2 studio sekaligus. Rencana kami akan nonton yang jam 12.30. Jam 10.30 saya dan beberapa anak milis udah nongol. Perkiraan bioskop akan buka jam 11.00. Ternyata 11 lewat masih aja dikunci. Wah, udah keburu rame nih..! Udah banyak yang berkerumun di depan pintu bioskop.

Tepat jam 11.30, pintu dibuka. Manusia-manusia itu dengan gegap gempita berhamburan menuju loket. Sekejap, 4 barisan penuh sudah berjejer sesak. Hebatnya, salah satu teman saya dan adiknya dengan suksesnya bertengger di paling depan barisan.

Hahahaha!! Yang bikin saya tertawa geli sendiri yaitu, kalau saya ingat-ingat lagi, betapa dibencinya teman saya yang antri itu oleh orang-orang di sekitarnya. Dijutekin, dimaki-maki, dan dibentak-bentak. Sinting! Masalahnya, teman saya itu diberi amanat untuk beli 30 tiket straight pakai 7 credit card. Yang parahnya, satu card hanya bisa beli 4 tiket! Hahaha…!! Bayangin harus berapa lama dia ‘manteng’ di depan loket.

Yang membuat saya tercengang adalah, ternyata masih zaman ya, berebut tiket nonton. Saya udah sama sekali gak inget kapan terakhir saya mengalami hal seperti ini. Di era bioskop udah bejibun kaya' begini?? Wow! Mungkin faktor film sih yang bikin seperti ini. Atau mungkin juga karena weekend ya? Secara saya bukan termasuk orang yang suka nonton di weekend...

so, you think you rule the world?

Kamis pagi saya dikagetkan dengan pengumuman dari rumah ibu saya, Yusuf kambuh lagi. Hmmm… Siangnya, setelah dari dokter, dia malah gak bisa menggerakkan sebagian besar anggota tubuhnya. Sinting juga, badan segede gitu, harus digotong. Kamis sore, “ya udah, rawat inap aja!”

Jadilah dia rawat inap untuk yang ke-3 kalinya in his life. Demam berdarah, gejala stroke dan sekarang..kurang kalium. Yup! Kurang kalium! I mean what the h*ll is kalium? Banyak yang nanya begitu. Orang lebih familiar dengan kalsium. Ternyata kalium itu berpengaruh ke otot, as much as kalsium untuk tulang.

Wow! I must say, WOW!! Kalium, sesuatu yang jarang didengar sebagian orang. Hal yang mungkin terdengar sepele dan kurang penting, bisa bikin seorang manusia tidak berdaya.

Saya jadi agak tertawa sinis kalau berpikir, betapa sombongnya manusia. Punya harta sedikit, belagu. Jago olah raga sedikit, udah berasa paling kuat. Dapat penghargaan sekali, ngerasa dia yang paling pintar. Tapi ketika direnggut sesuatu yang sering diremehkan oleh manusianya sendiri, bisa apa coba manusia?

Well, kesombongan itu hanya milik Allah…that’s for sure!

Wednesday, July 16, 2008

Perdana Disc: End of Story

Kali ini saya harus menunggu 3 minggu lamanya. It’s okay! We’ll see..

Selasa minggu lalu saya telpon, akan ditelpon Sabtu, katanya. Lewat Sabtu. Minggu saya telpon, Senin katanya. Senin lewat. Selasa? Akhirnya…..!

Udah ada pesenan saya. Julius Caesar, produksi tahun 2003. Tapi sekali lagi, no subtitles!! Walah.. piye toh iki? Ya udahlah.. saya pasrah aja. Toh, film yang ini aksennya gak sesulit si Chaplin itu. Dengan tegas saya minta dvd nya diantar.

Finally! Kemarin dvd itu udah mendarat di tangan saya. Baru saya coba sih, belum nonton full, secara filmnya 3 jam.

So, will I be returning to Perdana Disc to order? I'll give them credit for delivery service and friendly service. But I’ll probably find another alternative first.

Satisfaction rate: 70%

Tuesday, July 15, 2008

why so serious?

(minjem tagline-nya Dark Night)

Baru dapat cerita dari adik saya. Senin lalu, busway yang dia tumpangi (kalo sama temen saya Fenny, pasti udah dikoreksi, TransJakarta…bukan busway! Hihi) mengalami kecelakaan. Nabrak metromini pas di U-Turn Jl. Pemuda depan Chicks.

Kecelakaan lumayan dahsyat, sampai kaca depan busway (TransJakarta, sekali lagi) mental dan terbang entah kemana. Adik saya yang berdiri menyandar ke kaca plastik dekat pintu keluar bus, mental ke kaca plastik di seberangnya. Diberitakan juga kalau bagian depan bus sampai ‘mblesek’ ke dalam.

Saya tau banget, adik saya itu pasti akan berkomentar, “Cool abisss!!!”. Padahal dia baru saja mengalami kejadian yang buat sebagian besar orang lumayan mengerikan. Dia pun cerita, setelah penumpang berhasil turun dari bus, banyak orang yang menatap aneh ke adik saya. Hahahaha! Bukan karena adik saya itu luka-luka or whatsoever, tapi karena dia tertawa! Terkagum-kagum sama kejadian barusan, dan dia tertawa. Psycho!

Saya pun yang diceritakan tertawa, bukan karena lucu, tapi saya juga ikut terkagum-kagum sama kejadian itu. Seperti biasa, saya juga make fun akan cerita dia.

Saya cerita ke teman, kalo reaksi adik saya begitu. Dia nyeletuk, gimana gak begitu, lah kakaknya aja diceritain malah ketawa-tawa.

Hmmm… iya juga ya. Hahahahaha!!

Saya memang terbiasa make fun of anything. Probably that’s why some people think I’m not a serious person. Well, itu saya anggap kelebihan saya. Dengan kemampuan saya make fun of anything, even of myself, saya tidak pernah merasa punya beban berat walaupun masalahnya besar.

Saturday, July 12, 2008

my all-time couples

Saya tergelitik sama pembahasan kemarin di milis Cinemagsforum. Dari awalnya ngomongin film Wanted sampai akhirnya ‘nyerempet’ ke infotainment Hollywood.

Yup! Wanted. Film yang bikin penasaran banyak moviegoers, termasuk saya. Tapi karena satu hal, saya sama sekali gak berminat untuk nonton, well, at least not in theatre, karena bagi saya personally, akan waste of money. Karena apa??? Karena she-devil is there. I don’t hate her. I just dislike her.

Pembicaraan jadi mengarah ke kenapa she-devil (sori, saya emang gak rela namanya tertera di any post of my blog) dibilang sexy? There’s no sexy about her. Wrong attitude, man! Such an interrupted woman. Saya termasuk yang against dia. Karena bagi saya, Pitt dan Anniston is still the best couple. Stupid Pitt anyway!

Seorang teman sempat bertanya, siapa pasangan seleb favorit saya selain mereka. Well, here they are:

Ross & Rachel (Ross’ love of a lifetime, so sweet)
Big & Carrie
(Nobody’s perfect, but they’re perfect for each other)
Chandler & Monica (Chandler’s love and acceptance amaze me)
Warren Beatty & Annette Benning (all-time playboy now is under her skin! That’s incredible)
Sophan Sophiaan (alm) & Widyowati ('til death do them part, literally)
Bruce Willis & Demi Moore
(I don’t even care about Kutcher now)

There you go..

robbie williams! come out, come out wherever you are...!

Two nights ago, I watched another dvd of Rob’s live in concert. It is always so much fun..watching the concert. He’s always been a major entertainer for me. No other singer, just him. Handsome face, great voice, hilarious dance, very attractive..very attractive!!

And what now? No Robbie anymore, for..I don’t even know how long.

I mean, I listen to his songs everyday! Yes, it’s everyday ladies and gentlemen…! Still hoping he’ll come and have a great show here in my country. But now..with no clue of whether he’ll make a new album or be on tour or whatever, I’ll just have to be satisfied with my mp3 player. Damn it!

(this one goes for all the aliens out there. please just give him sign that you don’t really exist or do exist! and tell him not to chase and find you guys anymore..!)

Saturday, July 5, 2008

quotes: Charlie Crews


"Everyday I spend above ground, is a reason to celebrate"

- charlie crews (Life) -

Thursday, July 3, 2008

Charlie Bartlett: Downey, seriously??

I watched Charlie Bartlett last night. A film about a teenage boy who has the desire to be a popular kid in high school and has this ‘genius’ idea to become a fake professional shrink who provides prescripted medicine. It’s not a bad film, although I’m not a fan of those teenage movies.

What’s bothering me is why in the world did Robert Downey Jr take a role in that movie??! I mean, Okay, it’s a bit better than Shaggy Dog (why did he play a role there too anyway?).

Eventhough Downey played well in both movies, but it’s just not the right level. No it’s not. Really..

Hmmm… that’s why people said Iron Man helps him a lot. Now that’s the right choice, man!