Wednesday, December 19, 2007

historical night


Sabtu malam itu saya gak punya niat sama sekali buat nonton Asian Idol. Tapi memang Allah itu Maha Pemberi Petunjuk lagi Maha Penyayang…di akhir acara datanglah si pengumuman penting dengar hai dengar…

TAYLOR HICKS WILL BE A GUEST STAR IN ASIAN IDOL…!!!

OK.. Terjadilah panic attack kecil-kecilan malem itu. Otak saya berpikir keras bagaimana cara dapat tiket Asian Idol, kalau bisa malam itu juga..!

Kalo boleh jujur, yang selalu saya tunggu adalah Robbie Williams Live in Concert. Kedatangan Taylor sebenernya gak pernah saya tunggu secara serius, secara albumnya juga gak meledak-ledak amat, dan masih penyanyi baru, di sini belum banyak yang kenal pulak!

Minggu, 16 Desember 2007 adalah hari sejarah buat saya. One of the most memorized days for me. Begitu namanya disebutkan akan tampil, Kepala saya memerintahkan saya untuk tetap focus ke depan, jantung berdentang keras, dan energi yang memang sudah saya hemat siap terhempas keluar…

Too much excitement, jadinya Heaven Knows mengalir terlalu cepat buat saya. Too quick man! I was too amazed by his fine looks. Tampilan anak-anak Asian Idol selanjutnya tidak terlalu menguras perhatian saya. Sampai kepada beliau dipanggil lagi. Do I Make You Proud, lagu yang sudah pasti akan dinyanyikan, di bumbui dengan gerakan-gerakan khas Taylor..

My God, I missed that so much. So charming….

Di segment tambahan, di mana saya, teman saya dan keponakannya sudah bisa melipir maju ke barisan bangku Platinum, beliau tampil lagi.. Kali ini lebih santai dengan jeans dan kemeja biru, that’s it! So humble.. Kemeja biru dan jeans.. gak kaya’ guest stars lain yang sok-sok fashionista..

Masih amazed, saya sempat gak ngeh apa lagu terakhirnya ini. Takin’ It To The Streets ternyata. Lagu Doobie Brothers yang jadi salah satu andalannya di rangkaian American Idol 2006 lalu.

Taylor Hicks bagi saya bukan hanya suara yang khas. Satu-satunya kontestan Idol yang saya jagokan dari audisi pertama kali ini juga bagi saya belum ada duanya kalo lagi di panggung, berikut dengan harmonikanya. Selain itu tentunya dong, his fine looks..! With that silver hair and wicked eyes..

Saya pulang dengan cukup puas. Cukup di sini karena hanya tiga lagu yang dibawakan. Tapi the memory of that night, which never crossed on my mind before that this would happened, is unforgetable.

Segala kesulitan yang saya alami sebelumnya di malam itu, seperti antrian yang gak jelas, gak dapet duduk, panitia yang tolol, dll dll, sama sekali gak saya pikirin setelahnya.

DAMN…!!! I’m so grateful..

1 comment:

Mutiara Pratiwi Djamil said...

Hhhh...aris....sampe sekarang moment itu masih terpatri di otak gueeee :))