Thursday, November 15, 2007

last man standing

untuk menambah khasanah tulisan lo ini, ada 1 quote (bukan quote, pertanyaan lebih tepat) anak temen gue: "Ma, siapa yang akan menguburkan manusia yang terakhir meninggal dunia di bumi ini?" --> jawabannya apa ya ris, kira2? :))

Di atas tadi adalah penggalan dari komentar temen saya untuk blog An Inconvenient Truth saya..

What a smart kid! Pasti tontonannya Indovision.. :)
(yang pasti ini bukan turunan dari tantenya..)

Kalo kita emang pake sistem logika kan pasti begitu. Orang mati, dikubur, sama orang yang masih hidup, dan seterusnya. Bagaimana dengan yang mati terakhir?

Percaya adanya kiamat? Nah, di waktu kiamat nanti kataNya akan hancur segala yang exist di muka bumi dan alam semesta ini. Ya.. kalo logikanya sih, semua yang ada berarti termasuk manusia bukan? Jadi ya.. manusia terakhir yang mati nanti kemungkinan tidak akan dikuburkan oleh manusia lainnya. Tapi akan automatically “terkubur” bersama benda-benda alam semesta.

Lah, trus kenapa kata terkubur saya berikan tanda petik? Karena saya gak yakin akan masih adanya zat yang dinamakan tanah pada saat kiamat nanti, mengingat kataNya semua akan hancur, ya.. termasuk tanah itu tadi.

That simple Tiek.. semoga lo gak bingung ngejelasin ke keponakan lo yak..! Awalnya sih emang susah, secara konsep kiamat itu agak mengerikan pasti bagi anak-anak. Well, Good Night n’ Good Luck!

Monday, November 12, 2007

An Inconvenient Truth

Hari Minggu kemarin saya baru saja berhasil nonton An Inconvenient Truth! Hhhh… secara selama ini “kelupaan” dan udah teronggok lama banget di tumpukan dvd. Agak memalukan sih, hebohnya udah dari dulu, dan sok-sok ikutan support that-handsome-a-should-be-president Al Gore, tapi nontonnya baru kemaren. An Inconvenient Truth fokus kepada Global Warming, yang meyakini suatu hari air laut di bumi akan meluap karena para es di kutub-kutub sana terus mencair. Yup! I believe that.. Overall saya emang fully setuju sama Al Gore..(Damn! He’s so charming! Dasar Bush bego, kenapa harus dia yang jadi presiden??!)

Inconvenient Truth. Judul yang simple tapi kalo dirasain agak gak enak dan kalo dipikirin jadi pusing. Biasanya justru banyak orang yang tau, tapi memilih untuk bersikap denial. Most of us tau kenyataannya kaya’ gimana, tapi jadi sebodo’ amat karena kehidupannya saat ini lebih menyenangkan ketimbang ngurusin dan mikirin hal-hal yang nanti-nanti. Kalo kata Al Gore, “many people say, we’ll deal with that tomorrow”.

Inconvenient Truth yang akan saya bahas ini bukan Global Warming. Tapi hal yang lebih simple. Simple di sini maksud saya adalah karena tidak menyangkut statistik layaknya teori Al Gore dan timnya. Inconvenient Truth favorit saya adalah mati, or kematian or death or meninggal dunia, or game over or gak idup lagi or whatever u call it.

Wessss…kalo yang ini lagi saya bahas or lagi saya baca bukunya, pasti banyak temen yang komen: “ih, buku lo serem banget sih, Ris!” ato “aduh Ris, plis deh..scary loh!”..or etc etc..bahkan pada bubar menghindar. That’s a common reaction.

Kadang saya suka heran, kadang suka ketawa sendiri (gila gue rasa..) kalo liat reaksi orang-orang kaya’ begitu. Di satu sisi, mereka bisa dibilang normal bereaksi begitu. Di sisi lain, saya justru geregetan, kenapa harus begitu? Bukannya everyone’s gonna die someday? Kenapa harus takut ngomongin tentang sesuatu yang justru pasti akan terjadi? Malah lebih senang membahas sesuatu yang belum pasti, kaya’ ramalan-ramalan atau gosip. Kenapa kenyataan kita akan mati menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang?

Ada beberapa teori standar untuk menjawab pertanyaan terakhir saya tadi. Pertama, kematian freaks people out karena mereka ninggalin dunia yang dicintai ini. Kedua, mereka gak tau apa yang bakal terjadi setelah mati, will it be good or bad? Ketiga, yang tau bakal adanya siksa kubur, lebih takut lagi.. karena ngerasa banyak dosa. Keempat, masih related dengan yang ketiga, gak siap mati, karena masih banyak dosa (yang kaya’ begini mah biasanya gak akan pernah siap).

Tapi ada satu excuse yang paling tinggi tingkatannya menurut saya. Karena mati adalah sendiri. Sendiri di dalam kubur, sendiri juga di siksanya, gelap, sepi..semua sendirian. Coba kalo ada yang ngajak mati rame-rame..belom tentu juga mau kan? Tetep aja ntar dikubur tanggung jawabnya sendiri-sendiri.

Personally, saya suka baca artikel atau buku tentang kematian. Saya dan keluarga saya juga udah biasa bercanda tentang kematian. Gimana bete nya ntar di dalem kubur sendirian, nitip pesen jangan lupa selipin senter di dalam kafan, etc..etc.. Saya gak percaya kalo orang bilang, "ati-ati kalo ngomong tentang kematian, nanti malaikat lewat dicatet, malah kesampean loh.." Menurut saya, mau malaikat nyatet or whatsoever, yang nentuin tetep Yang Maha Kuasa.

Nabi Muhammad SAW bilang, orang yang cerdas adalah orang yang selalu memikirkan dan mempersiapkan kematian. I definitely agree with him. Tapi itu tergantung dari percaya ato tidaknya seseorang akan apa yang terjadi setelah kematian. Saya yakin 99,8% manusia percaya kalau dia akan mati someday. Tapi persentase yang percaya akan life after death tidak sebanyak angka tadi. Setuju gak? Who’s with me??

Despite dari percaya ato tidaknya akan life after death itself. Pernah gak anda bertanya-tanya, kapan ya, gue bakal mati? Kalo gue mati, gimana ya? Apa yang bakal gue rasain? Sakit gak ya? Karena katanya sakit. Bakalan terbang gak ya arwah gue kaya’ di film-film? Gimana ya, nanti di kuburan? Gue geli ma belatung, berasa gak ya kalo ada binatang itu? Masuk surga ato neraka? Kalo gue mati, siapa aja ya, yang bakalan nangisin kepergian gue? Gue bakal liat gak ya, siapa aja yang ngelayat gue, siapa yang sedih, siapa yang seneng, siapa yang gak peduli, siapa yang ngasih uang angpaw banyak ke dalam baskom (??).

For those who don't believe akan siksa kubur dan life after death. Pertanyaan seperti tadi pasti sempat terbesit, gak mungkin gak…but hell, it's your own opinion.

Bagi yang percaya. Bertanya-tanya seperti tadi adalah satu small step yang smart. Dimulai dari bertanya, kemudian cari tahu, serap ke dalam hati dan logika, and make some changes in life. Tapi saran saya jangan terlalu lama proses penyerapannya, secara waktu kita gak banyak. We never know when the time comes..

Buat yang percaya kalau dirinya gak akan mati, well.. congrats! May I please introduce myself, I'm Aris.. and u're God aren't u??

So which side are you?

Thursday, October 18, 2007

mas-mas ganteng Hollywood













Iseng.. karena belom punya bahan lagi buat di post di blog.

Ini wallpaper gue sekarang. Mas-mas ganteng Hollywood. Biar temen gue bilang tua..biarin.. bagi gue bukan tua istilahnya, tapi matang..

(gak penting..hihi..)

my cloudy mlb



It's happy to see the Yankees hit the postseason games
It’s sad though to see them beat by the Indians
We’ll see next season..

Well, let’s give it to the Indians, they’ve existed first before the Yankees
After all they’re native Americans…

Now I’m even happier that the Red Sox will be beat by the Indians
Those cocky players.. they think their the best!!

Wednesday, August 1, 2007

dear son..

You went straight there we know
With The Best Guardian of the universe and more
There’s no tears need to be cried
Joyful you will forever feel
You’re probably playing with him
The great father, Ibrahim
On your side is fortunate
Live not to in the evil earth

We’ll see you again someday..

Monday, June 4, 2007

Phobic Part II

Afraid of the dark?? Well..it’s a usual thing. Although I’m not one of them. More likely to be called claustrophobic. Yup! This is a common phobic suffered by people, and I’m part of them. Bukan cuma gak bisa di ruangan yg ketutup rapet pet pet.. tapi juga gak banget kalo disuruh pake helm lengkap.

I’m wearing glasses and I’m proud of it! Well, a bit annoying sometimes.. But don’t try to make me wear lens contact. I’m afraid of anything goes into my eyes!!! Saya gak tau apa sebutan phobic nya.. whatever it is. Bisa berantem saya sama suami kalo udah urusan pake tetes mata. Pernah coba wear contacts, needed half an hour for each eye, begitu juga di saat melepaskannya! So stupid! So, don’t bother suggest me to wear it.. I’m wearing glasses and I’m proud of it!

OK.. this one is the ultimate phobic of all time.. beaches.. seas .. oceans, whatever u call it. Phobic yang satu ini baru saya rasain bener2 di saat kuliah, di mana sering-seringnya saya bareng temen-temen ke tempat2, yang-menurut-orang-banyak-sangat-menyenangkan-untuk-dijadikan-tempat-wisata-ini. The sea is not a cool place to swim to. Too deep, terlalu jauh tempat untuk berpijaknya. Belum lagi millions of sea animals, and creatures!!! O, My God!! They’re beautiful only to look at (on TV ya!-red). Phobic saya ini bertambah kuat setelah kejadian enormous tsunami in end of 2004. Walopun ada George Clooney yang ikut participated di pengumpulan dana, tapi itu tidak membuat semua jadi indah.. huhuhu.. For me, the sea is a big part of nature yang terus bergerak dan sangat gak ketebak what’s it’s next move!! I mean c’mon! Tiba2 di pantai Indonesia bagian selatan bisa pada pasang tanpa alasan yang jelas??! Isn’t that creepy??!!

Still continue? Well, probably.. whatever..nevermind..

Pirates 3: At World's End (really..hoping this is the end)

Compared with previous Pirates:

Good opening..cukup mencekam
The singing scene really gave a creep out of me

Too much talking, for the first 2 hours!
Quite boring…
A bit complicated story for children
Less action
Still.. Johnny “remarkable” Depp
Less of Jack Sparrow in action
Too many characters
Several bloopers..(what’s up with other ships when the Black Pearl was in the battle??! Where were they?)
Less funny
Lack of battle
Keith Richards maen gitar?? Hahahaha.. maxa’ banget!
Which one is Callypso?! I mean it!
Too silly
Good price for an XXI (Djakarta Theatre Rp 20 rebu!)

That’s it! Who’s prayin’ that will be Pirates 4?? Well, Good Luck!