Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Tuesday, January 6, 2009

pity the losers

It’s been a long time since my last post other than movie review.. Well, I don’t have anything to say actually. It’s just the world, you know, the people. Quoting King Julian in Madagascar: Escape 2 Africa words, “YOU’RE VERY ANNOYING!!” That’s what people nowadays like.

There’s a crazy war happening in Gaza. With totally lame excuses, those International Saddest Rats And Egomaniac Losers aggressively attack Palestine. Sick! Too many people writing, casting news, video taping this freakin’ war. I don’t even want to talk about it.

It’s a pity. Deep pity I feel for them. Not for the Palestinians, but for that small and greedy country. They’re lost their way in life actually. I feel sorry for that.

God loves those children too much, God doesn’t even want them to live longer in this hypocrite world.

Wednesday, November 19, 2008

cerdas/pintar


Percakapan sore hari:

“Gue heran deh dua orang itu, sama banget! Kenapa sih kalo dikasih masukan or dibilangin malah ngeyel terus. Kaya’ yang tau semuanya aja. Belom apa-apa udah jawab duluan”

“Ya elah, kaya’ baru kenal aje!”

“Iya sih, tapi kenapa sih begitu? Kan cape’ bedebat terus. Ato menghindar terus. Dibilang cerewetlah, bawel. Emang ngebilangin dia tiap hari? Sering juga kaga!”

“Yah..emang begitu pada”

“Maksud gue, kalo dikasih masukan sama orang, mau itu dinasihatin, dikasih saran ato bahkan diomelin, ya udah.. diem aja gitu. Diem.. iya aja. Kan beres tuh! Gak perlu cape’-cape’ bedebat. Diem aja. Kan kita gak perlu jalanin or terima semuanya. Ambil aja yang kira-kira cocok sama kita, yang gak…ya buang aja.”

“Iya.. pernah denger kan lo, istilah jangan liat siapa yang ngomong, tapi liat apa yang diomongin?”

“Iya.. bener. Walopun kadang sih emang masih susah buat jadi objektif..hehehe.. Kalo gue sih cape’ banget ngelawan sama argument, kecuali kalo emang omongan dia plek-plek salah. Tapi begitu juga paling gue tinggal aja orangnya”

“Ya itulah.. orang kaya’ mereka tuh yang dibilang orang pinter. Tau gak lo, orang pinter akademis. Kebanyakan ilmu pengetahuan di kepalanya. Jadi berasa tau semuanya”

“Iya, bener banget lo”

“Beda sama orang cerdas. Kalo cerdas, dia gak bakal langsung meng-argumentasikan apa yang diterima. Bakal diserap dulu”

“Iya, bener! Cerdas itu lebih bisa menghadapi macem-macem karakter orang. Ambil apa yang bagus, buang apa yang jelek. Bukan mutlak nolak apa yang masuk.”

“Nah, ya itulah… makanya gue pikir, mendingan jadi orang cerdas, daripada orang pinter”

(ada benernya juga pemikiran adik saya itu)

Monday, November 3, 2008

battle at Kruger

One of a few best videos I've ever seen. Clearly, the nature speaks of itself.



(taken in Kruger National Park, Africa, by a Safari tourist)

Sunday, September 21, 2008

kisah pengemis & Rasul Allah SAW


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya. "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?"

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".

"Apakah Itu?", tanya Abu Bakar RA.

"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu?!"

Abu Bakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa mendatangi engkau".

"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku!", bantah si pengemis buta itu.

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia".

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga, dan sejak hari itu menjadi muslim.

Tuesday, September 16, 2008

miris...

Dengar berita ini jadi miris…

Di bulan Ramadhan, di mana segala amal nilainya jadi berlipat-lipat, gak cuma jadi double, bisa jadi triple bahkan multiple, banyak orang berlomba jadinya. Salah satunya ini.

Maksud hati cari pahala dan ridha Allah, malah jadi petaka. 21 wanita di Pasuruan tewas lemas karena tergencet dan kekurangan oksigen pada saat pembagian sedekah.

Entah karena tidak ada sistem pembagian yang terencana atau karena nafsu orang-orang yang kepengen dapat sedekah. Jadilah si tragedi itu menimpa mereka.

Saya tidak akan mencari siapa yang salah dari kejadian ini. Hanya mau menyampaikan, betapa 30.000 rupiah itu bisa menjadi harga nyawa seseorang.

Miris…

Thursday, September 11, 2008

to compete or not to compete

Tadi malam Amazing Race Asia 3 premiere di AXN. Kali ini tidak ada peserta dari Indonesia. Well, so what??

Ada peserta dari suatu negara mana saya belum hafal. Mereka berdua kakak beradik, yang laki namanya Henry, yang perempuan Bernie. Dengan tegas pada saat interview perkenalan, mereka bilang kalau mereka adalah orang-orang kompetetif, mereka ikut Amazing Race Asia hanya untuk menang dan bukan untuk cari teman.

Well, it got me thinking…

Actually, there’s nothing wrong with that. I mean, datang untuk menang memang seharusnya. Tidak mau make friends juga adalah hak mereka. Yang agak ganggu adalah sifat mereka yang kompetetif itu.

Bagi saya sifat itu terlalu agresif, sangat kurang humble dan dipenuhi oleh aura nafsu yang jadinya lebih ke arah negatif alias mengahalalkan segala cara. Biasanya kalau gagal, mereka jadinya frustasi. Kebanyakan ini dimiliki oleh orang-orang kholeris. Well, I’m mostly choleris, but so what??

I used to be a competitive person, and it’s freaking tiring! Always compete, in anything! Walaupun lagi tidak dalam rangka pertandingan or whatsoever. Otomatis rasa persaingan itu selalu ada.

Well, probably the world still needs those kinds of people…

Sangat berbeda dengan pemenang Amazing Race Asia tahun lalu, saya lupa nama mereka. Mereka banyak dijagokan karena struggle so hard, punya self drive tinggi namun tidak agresif dan sangat humble.

These kinds of people are supposed to be the ones who rule the world!

** o ya, this is my 100th post by the way..

Sunday, September 7, 2008

I wonder..

Bulan puasa kaya’ begini nih, yang biasanya jarang banget sholat, jadi pada rajin sholat. Yang tadinya sholat kaya’ ayam (sujudnya hitungan split second alias cepet banget), jadi dilama-lamain. Yang gak pernah-pernahnya baca Al Qur’an, jadi tiba-tiba nenteng Al Qur’an ke kantor.

Bagus sih.. tapi yang bikin saya heran, setelah Ramadhan lewat, semuanya back to square one.

Oportunis. Mungkin itu istilah yang tepat buat manusia-manusia yang kaya’ begitu. Yang mumpung. Mumpung bulan berkah, hayoh-lah ditingkatkan sebanyak mungkin. There’s nothing wrong with that. Tapi kalau setelah itu ongkang-ongkang kaki lagi? Itu yang saya sebut oportunis. Sepertinya malah bisa cenderung ke arah munafik.

Saya juga lumayan bingung sama sebagian orang yang sholatnya pas-pasan tapi do’anya lama banget. Well, itu hak sih sebenanya. Tuhan juga suka diminta.

Tapi apa gak malu?

Monday, September 1, 2008

Phobic Part III

Aha!! Baru kepikir nih..setelah sekian lama sok-sok gak ngerasa gak punya fobia selain yang pernah saya jabarin di blog ini, ternyata masih ada beberapa! Memalukan sih sebenarnya…(damn).

You know what?! I’m afraid of a very very tall and skinny people. Gak ngerti kenapa. Analisa saya sih, mungkin karena…reminds me of aliens?? Duh, sori banget buat yang very very skinny. But that’s the truth.

Saya juga gak kuat liat darah, in reality ya, bukan di foto or di tv. Padahal saya cukup dikenal gak masalah liat-liat gambar or foto mutilasi dan kawan-kawannya yang sejenis. Bisa puyeng kalo liat cairan kental merah itu. Apalagi kalo dia lagi jalan ngalir. Ow noooooo! Bisa langsung pucat pasi plus keringat dingin sekujur tubuh. Gak banget..! Bagi saya udah bukan bloody hell lagi, tapi blood is hell.

one of my biggest fear


(Hurricane Gustav winds push water against the floodwall of the Mandeville, La., lakefront Monday afternoon Sept. 1, 2008, in the wake of Hurricane Gustav)

Do you ever have a recurring nightmare?
Well, this is one of mine.

Thursday, August 28, 2008

spiritual conversation

When I wake up in the morning, I sort of put my hand out –spiritually- and I reach for what you might call God. Sometimes I don’t feel God, and I feel lonely. I feel on my own, and I wonder where God is. And then –again, I don’t want to be melodramatic about this- I ask God: “Where have You gone?” God usually replies in a way that is hard to describe: “I haven’t gone anywhere. Where have you gone? I haven’t moved”. Then I have to check, and I realize that I have somewhere sold myself out. It usually happens incrementally, in tiny steps. You slowly move away from that person that is most like you. (Bono)

Wow!! If I may say…
(I hope he’s telling the truth)

Isn’t it great, having spiritual conversation like that?! It’s like having relationship with God. This really opens my mind.

Most of us believe that God exists. But can we feel the presence of God? Actually, we really don’t have to be a prophet to feel it. We don’t have to wait for pray time to talk to God. No need to wait ‘til something bad happened for knowing that God is saying something.

The more we think about God, the closer we get. The more we talk to God, someway and somehow, we’re going to feel that God is talking back. We just have to use our heart. They say, the whiter the heart, the wider it’ll open.

I believe that. How about you?

Monday, August 25, 2008

your choice: greed or grateful

Karena perbincangan saya dan teman tentang mantannya kemarin, tiba-tiba jadi keinget tulisan Dewi Lestari, mantan istrinya Marcel, “Setiap hubungan pasti ada masa kadaluarsanya”, katanya.

Dear God, that is so low..!

Awal baca blog-nya, saya sempat naik pitam sedikit. Setelah dipikir lagi, malah otomatis jadi ketawa. Not a happy laugh, a pity one, actually.

Here’s what I think:

Kenapa suatu relationship bisa bubar? Kenapa orang pacaran putus? Atau yang nikah malah jadi cerai? Saya cuma punya satu jawaban:

“Because human gets greedy”

Manusia biasanya lupa dengan apa yang sudah dia miliki. Yang ada di kepalanya malah apa yang belum dia punya. Kalau saja dia merasa cukup, otomatis apa yang dia punya akan dia jaga dengan baik. That is called grateful.

Jadi, gak ada tuh yang namanya expired dalam suatu hubungan.

Think about it…

Friday, June 27, 2008

baby blues

Sebagian wanita…

Mau cepat-cepat nikah. Sampai setengah depresi karena teman-teman udah duluan, bahkan yang lebih muda udah punya cerita, suamiku begini begitu.

Setelah nikah…

Mau buru-buru punya anak. Kepikiran terus karena sekeliling udah pada punya. Frustrasi, ditanyain terus soalnya.

Sukses nih, hamil akhirnya…

Abis melahirkan. Kok malah mengeluh? Repot ngurusin anak. Berisik, nangis terus. Rewel, gak mau diem. Cape’in, harus bangun tengah malem. Malah diserahin ke yang lain, orang tua, mertua, baby sitter…

Maunya apa ya?
Allah udah kasih, tapi kenapa harus di sia-siakan?
Dikasih kepercayaan, kok gak dijalanin?
I mean, why the blues?

Wahai Yang Maha Adil, di saatnya nanti…
Letakkanlah aku di luar dari wanita-wanita itu
Bentengilah hatiku dari rasa takut nantinya, kecuali padaMu

Friday, June 20, 2008

Warning! Please..stay alert!

Allah itu Maha Pemberi Petunjuk.

Saya kehabisan tiket nonton Sex ‘n The City di hari pertama turun regular. Berarti saya memang harus banyak sabar. Lagi dikasih tau, kalo saya lagi dekat dengan nafsu duniawi.

Hahahaha… Hebat! Teguran memang beragam rupanya. Subhanallah!

Now, I have to work hard in order to calm myself down..

Tuesday, June 10, 2008

6 perkara di dunia

yang terdekat dengan diri kita di dunia ini adalah ‘kematian
***
yang terjauh dari diri kita di dunia ini adalah ‘masa lalu’
***
yang terbesar di dunia ini adalah ‘nafsu
***
yang terberat di dunia ini adalah ‘memegang amanah
***
yang teringan di dunia ini adalah ‘meninggalkan ibadah
***
yang tertajam di dunia ini adalah ‘lidah manusia

Monday, June 9, 2008

unfair? think again..!

Sering banget saya dengar keluhan ini. Merasa kerja keras tapi gaji masih lebih tinggi yang kerjanya santai. Merasa lebih senior, tapi yang dipromosi malah yang junior. Merasa menyumbang lebih banyak, tapi yang dapat pujian malah yang sumbangannya sedikit. Merasa lebih banyak kasih perhatian dan lebih cantik, tapi malah ditinggal pasangan demi perempuan lain. Masih banyak merasa-merasa lainnya..

Tapi kan…itu semua cuma rasa, yang timbul karena emosi, bukan logika. Coba kalau pakai logika plus hati. Introspeksi diri, kenapa bisa mengalami hal-hal yang dianggap ‘tidak adil’.

For me, there’s no such thing as ‘an unfair life’. Semuanya fair. Adil. Apa yang kita terima, adalah hasil yang pernah kita berikan di masa lalu. Kalau kita merasa sangat yakin sudah melakukan hal-hal baik di masa lalu, dan merasa keburukan yang dialami tidak sepadan, well, take a look again. Allah itu Maha Adil. Gak mungkin kita dikasih keburukan tanpa kebaikan yang sepadan, dan sebaliknya.

Atau…

Berpikirlah sedikit keras, apa hikmah dari keburukan yang kita alami. Setiap kejadian pasti ada maksud dibaliknya. Pasti kita akan diberikan kebaikan di masa depan nanti, mungkin lebih dari yang kita bayangkan.

Contoh. Charlie Crews difitnah dan dipenjara selama 12 tahun for a crime he didn't commit. Sekeluarnya dia dari penjara, dia langsung diganjar uang ganti rugi dari pemerintah, which is millions of dollars. Bukan cuma itu, Crews merasa hidupnya sekarang jadi lebih baik dan lebih tenang setelah dia menganut ajaran Zen. This means, he learned the lessons from the unfairness of his life. Well, ini cuma satu contoh dari satu film favorit saya, Life. But, movies can teach us a lot, right?

Bagi saya, orang yang menganggap that life is unfair, walaupun hanya “sometimes”, adalah orang yang memiliki kesulitan akut untuk instrospeksi diri dengan khusuk, dan orang yang tidak punya faith sama sekali. No faith in God and no faith in goodness.

Be an open minded person. Learn, and keep the faith. Then you’ll find your life is unbelievably fair.

Monday, May 26, 2008

"TARIF Rp 6000"

Pagi ini saya dikagetkan sama secarik kertas yang ditempel di atas kaca depan bis yang saya tumpangi. Secarik kertas yang hanya bertuliskan “TARIF Rp 6000” itu membuat saya tertegun sejenak. Wow! Udah naik aja nih harga. Walaupun saya sudah sangat menduga, kenaikan akan terjadi sooner or later.

Tidak ada keinginan untuk melayangkan protes ke pemerintah, paling sih hanya sekedar sedikit mengutuk pemerintah (hehe..). Mungkin bisa dibilang, kalau saya ini jadi agak skeptical. Yah, terserahlah.. masih banyak hal yang lebih penting yang bisa saya kerjakan dibanding saya harus makan hati melawan system yang memang sudah bobrok dan korup.

Bagi saya, kejadian-kejadian seperti ini adalah pemicu supaya saya lebih kreatif lagi, lebih gesit, dan yang pasti..lebih banyak bertawakal.

Saya orang yang percaya, bahwa mahluk yang dizholimi akan mendapatkan kebaikan lebih dari yang ia harapkan.

Oh well..

Thursday, November 15, 2007

last man standing

untuk menambah khasanah tulisan lo ini, ada 1 quote (bukan quote, pertanyaan lebih tepat) anak temen gue: "Ma, siapa yang akan menguburkan manusia yang terakhir meninggal dunia di bumi ini?" --> jawabannya apa ya ris, kira2? :))

Di atas tadi adalah penggalan dari komentar temen saya untuk blog An Inconvenient Truth saya..

What a smart kid! Pasti tontonannya Indovision.. :)
(yang pasti ini bukan turunan dari tantenya..)

Kalo kita emang pake sistem logika kan pasti begitu. Orang mati, dikubur, sama orang yang masih hidup, dan seterusnya. Bagaimana dengan yang mati terakhir?

Percaya adanya kiamat? Nah, di waktu kiamat nanti kataNya akan hancur segala yang exist di muka bumi dan alam semesta ini. Ya.. kalo logikanya sih, semua yang ada berarti termasuk manusia bukan? Jadi ya.. manusia terakhir yang mati nanti kemungkinan tidak akan dikuburkan oleh manusia lainnya. Tapi akan automatically “terkubur” bersama benda-benda alam semesta.

Lah, trus kenapa kata terkubur saya berikan tanda petik? Karena saya gak yakin akan masih adanya zat yang dinamakan tanah pada saat kiamat nanti, mengingat kataNya semua akan hancur, ya.. termasuk tanah itu tadi.

That simple Tiek.. semoga lo gak bingung ngejelasin ke keponakan lo yak..! Awalnya sih emang susah, secara konsep kiamat itu agak mengerikan pasti bagi anak-anak. Well, Good Night n’ Good Luck!

Monday, November 12, 2007

An Inconvenient Truth

Hari Minggu kemarin saya baru saja berhasil nonton An Inconvenient Truth! Hhhh… secara selama ini “kelupaan” dan udah teronggok lama banget di tumpukan dvd. Agak memalukan sih, hebohnya udah dari dulu, dan sok-sok ikutan support that-handsome-a-should-be-president Al Gore, tapi nontonnya baru kemaren. An Inconvenient Truth fokus kepada Global Warming, yang meyakini suatu hari air laut di bumi akan meluap karena para es di kutub-kutub sana terus mencair. Yup! I believe that.. Overall saya emang fully setuju sama Al Gore..(Damn! He’s so charming! Dasar Bush bego, kenapa harus dia yang jadi presiden??!)

Inconvenient Truth. Judul yang simple tapi kalo dirasain agak gak enak dan kalo dipikirin jadi pusing. Biasanya justru banyak orang yang tau, tapi memilih untuk bersikap denial. Most of us tau kenyataannya kaya’ gimana, tapi jadi sebodo’ amat karena kehidupannya saat ini lebih menyenangkan ketimbang ngurusin dan mikirin hal-hal yang nanti-nanti. Kalo kata Al Gore, “many people say, we’ll deal with that tomorrow”.

Inconvenient Truth yang akan saya bahas ini bukan Global Warming. Tapi hal yang lebih simple. Simple di sini maksud saya adalah karena tidak menyangkut statistik layaknya teori Al Gore dan timnya. Inconvenient Truth favorit saya adalah mati, or kematian or death or meninggal dunia, or game over or gak idup lagi or whatever u call it.

Wessss…kalo yang ini lagi saya bahas or lagi saya baca bukunya, pasti banyak temen yang komen: “ih, buku lo serem banget sih, Ris!” ato “aduh Ris, plis deh..scary loh!”..or etc etc..bahkan pada bubar menghindar. That’s a common reaction.

Kadang saya suka heran, kadang suka ketawa sendiri (gila gue rasa..) kalo liat reaksi orang-orang kaya’ begitu. Di satu sisi, mereka bisa dibilang normal bereaksi begitu. Di sisi lain, saya justru geregetan, kenapa harus begitu? Bukannya everyone’s gonna die someday? Kenapa harus takut ngomongin tentang sesuatu yang justru pasti akan terjadi? Malah lebih senang membahas sesuatu yang belum pasti, kaya’ ramalan-ramalan atau gosip. Kenapa kenyataan kita akan mati menjadi momok yang menakutkan bagi banyak orang?

Ada beberapa teori standar untuk menjawab pertanyaan terakhir saya tadi. Pertama, kematian freaks people out karena mereka ninggalin dunia yang dicintai ini. Kedua, mereka gak tau apa yang bakal terjadi setelah mati, will it be good or bad? Ketiga, yang tau bakal adanya siksa kubur, lebih takut lagi.. karena ngerasa banyak dosa. Keempat, masih related dengan yang ketiga, gak siap mati, karena masih banyak dosa (yang kaya’ begini mah biasanya gak akan pernah siap).

Tapi ada satu excuse yang paling tinggi tingkatannya menurut saya. Karena mati adalah sendiri. Sendiri di dalam kubur, sendiri juga di siksanya, gelap, sepi..semua sendirian. Coba kalo ada yang ngajak mati rame-rame..belom tentu juga mau kan? Tetep aja ntar dikubur tanggung jawabnya sendiri-sendiri.

Personally, saya suka baca artikel atau buku tentang kematian. Saya dan keluarga saya juga udah biasa bercanda tentang kematian. Gimana bete nya ntar di dalem kubur sendirian, nitip pesen jangan lupa selipin senter di dalam kafan, etc..etc.. Saya gak percaya kalo orang bilang, "ati-ati kalo ngomong tentang kematian, nanti malaikat lewat dicatet, malah kesampean loh.." Menurut saya, mau malaikat nyatet or whatsoever, yang nentuin tetep Yang Maha Kuasa.

Nabi Muhammad SAW bilang, orang yang cerdas adalah orang yang selalu memikirkan dan mempersiapkan kematian. I definitely agree with him. Tapi itu tergantung dari percaya ato tidaknya seseorang akan apa yang terjadi setelah kematian. Saya yakin 99,8% manusia percaya kalau dia akan mati someday. Tapi persentase yang percaya akan life after death tidak sebanyak angka tadi. Setuju gak? Who’s with me??

Despite dari percaya ato tidaknya akan life after death itself. Pernah gak anda bertanya-tanya, kapan ya, gue bakal mati? Kalo gue mati, gimana ya? Apa yang bakal gue rasain? Sakit gak ya? Karena katanya sakit. Bakalan terbang gak ya arwah gue kaya’ di film-film? Gimana ya, nanti di kuburan? Gue geli ma belatung, berasa gak ya kalo ada binatang itu? Masuk surga ato neraka? Kalo gue mati, siapa aja ya, yang bakalan nangisin kepergian gue? Gue bakal liat gak ya, siapa aja yang ngelayat gue, siapa yang sedih, siapa yang seneng, siapa yang gak peduli, siapa yang ngasih uang angpaw banyak ke dalam baskom (??).

For those who don't believe akan siksa kubur dan life after death. Pertanyaan seperti tadi pasti sempat terbesit, gak mungkin gak…but hell, it's your own opinion.

Bagi yang percaya. Bertanya-tanya seperti tadi adalah satu small step yang smart. Dimulai dari bertanya, kemudian cari tahu, serap ke dalam hati dan logika, and make some changes in life. Tapi saran saya jangan terlalu lama proses penyerapannya, secara waktu kita gak banyak. We never know when the time comes..

Buat yang percaya kalau dirinya gak akan mati, well.. congrats! May I please introduce myself, I'm Aris.. and u're God aren't u??

So which side are you?

Wednesday, August 1, 2007

dear son..

You went straight there we know
With The Best Guardian of the universe and more
There’s no tears need to be cried
Joyful you will forever feel
You’re probably playing with him
The great father, Ibrahim
On your side is fortunate
Live not to in the evil earth

We’ll see you again someday..

Monday, June 4, 2007

Phobic Part II

Afraid of the dark?? Well..it’s a usual thing. Although I’m not one of them. More likely to be called claustrophobic. Yup! This is a common phobic suffered by people, and I’m part of them. Bukan cuma gak bisa di ruangan yg ketutup rapet pet pet.. tapi juga gak banget kalo disuruh pake helm lengkap.

I’m wearing glasses and I’m proud of it! Well, a bit annoying sometimes.. But don’t try to make me wear lens contact. I’m afraid of anything goes into my eyes!!! Saya gak tau apa sebutan phobic nya.. whatever it is. Bisa berantem saya sama suami kalo udah urusan pake tetes mata. Pernah coba wear contacts, needed half an hour for each eye, begitu juga di saat melepaskannya! So stupid! So, don’t bother suggest me to wear it.. I’m wearing glasses and I’m proud of it!

OK.. this one is the ultimate phobic of all time.. beaches.. seas .. oceans, whatever u call it. Phobic yang satu ini baru saya rasain bener2 di saat kuliah, di mana sering-seringnya saya bareng temen-temen ke tempat2, yang-menurut-orang-banyak-sangat-menyenangkan-untuk-dijadikan-tempat-wisata-ini. The sea is not a cool place to swim to. Too deep, terlalu jauh tempat untuk berpijaknya. Belum lagi millions of sea animals, and creatures!!! O, My God!! They’re beautiful only to look at (on TV ya!-red). Phobic saya ini bertambah kuat setelah kejadian enormous tsunami in end of 2004. Walopun ada George Clooney yang ikut participated di pengumpulan dana, tapi itu tidak membuat semua jadi indah.. huhuhu.. For me, the sea is a big part of nature yang terus bergerak dan sangat gak ketebak what’s it’s next move!! I mean c’mon! Tiba2 di pantai Indonesia bagian selatan bisa pada pasang tanpa alasan yang jelas??! Isn’t that creepy??!!

Still continue? Well, probably.. whatever..nevermind..