Film-film tentang Hitler atau WW II selalu jadi incaran saya, tapi yang satu ini agak kurang semangat nungguinnya, karena aktor utamanya itu loh.. agak kurang gemar, :P.OK! Film ini sebenernya punya potensi tinggi untuk dibikin jauh lebih berkualitas. Pertama, banyaknya tokoh dengan minim sekali penjelasan ini siapa itu siapa dan perannya apa, well.. bagi saya penting. Apalagi ketika disebut sebuah nama, Himmler! Who the h*ll is he anyway? And why was he so important?? Do we have to google for him?
Secondly, aksen yang gak kompak. Jadi berasa nonton perkumpulan agen or tentara dari beberapa negara.
Ketiga, beneran kurang dramatis. Berasa agak datar aja gitu. Kurang bisa menggugah emosi. Adegan sang istri dan anak mau minggat terus dia balik lagi hanya untuk memeluk Stauffenberg.. well, whatever! (rolling eyes). Stauffenberg yang berusaha pakai baju dengan telapak tangan, beberapa jari dan mata yang hilang, kok saya gak berasa kesian ya? (apa gue aja yang psycho?? :P) And what’s with yell in the execution of Stauffenberg? Hampir gak jelas dia ngomong apa, kalau gak ada text saya juga gak bakal ngeh dia ngomong apa. Jauh banget sama dramatic ending of William Wallace (Braveheart).
Sorry to say, sedikit yang saya enjoy di film ini adalah ceritanya, karena sejarah selalu menarik, dan Thomas Kretschmann, only because he’s hotter than Tom Cruise himself.
This is not the worst movie ever, cuma sayang aja story seperti ini disia-siakan..
Satisfaction Rate: 65%









.jpg)