Monday, January 12, 2009

appaloosa

No special interest at first in this motion picture. Just Ed Harris directing, now I’m curious.

Virgil Cole adalah seorang legend bagi para cowboys. Demi membuat kota Appaloosa aman dari gangguan stau kelompok yang dipimpin oleh Randall Bragg, Virgil Cole diangkat menjadi City Marshall dan Everett Hitch sebagai Deputy.

Awalnya saya pikir, film ini akan menyuguhkan semua yang sewajarnya disuguhkan oleh film Western. Gunshots, horse chasing and one on one duel. Well, ada juga sih actionnya, but the story is all about friendship.

Persahabatan antara Everett Hitch dengan Virgil Cole. Everett yang setia dengan Virgil dan Virgil yang begitu percaya kepada Everett. Munculnya wanita di tengah mereka sama sekali tidak mengganggu persahabatan. Saya suka chemistry antara Ed Harris dengan Viggo Mortensen.

Yang cukup mengecewakan adalah peran Jeremy Irons. Karakternya sebagai villain sangat lemah. Bahkan terlihat kurang penting. Sempat bingung sama British accent-nya sebagai seorang cowboys, sedikit penjelasan latar belakangnya juga baru muncul di tengah film. Renee Zellweger juga tidak terlalu istimewa di sini.

But, above all, the ending part, IMHO, is quite sweet and smart for a masculine friendship movie. Kinda cool!

Best Lines:
Allie: “He tried to put his hands on me when I showed him our house”
Everett: “No, Virgil. I did not”
Virgil: (silence) “No, Allie. Everett didn’t do that”
Allie: “You’re gonna believe him over me, just like that?”
Virgil: “Yes, I am”

Satisfaction Rate: 73% (3% is for Ed Harris, duh..gagahnyaaaaaa…)

curious case of benjamin button

Benjamin Button lahir dengan suatu keunikan. Lahir layaknya manusia jompo dengan ukuran bayi, fisik Benjamin tumbuh berlawanan dengan usianya. Yes, It’s backwards! And then Benjamin met Daisy, the love of his life.

So, Who’s Really Curious??

Mmmmhh.. I don’t know. Agak bingung juga nih. Dari judulnya udah jelas-jelas tertera “Curious Case” tapi sepanjang film (yang hampir 3 jam) saya gak lihat ada yang curious tentang si Benjamin ini. Everybody’s just like, accepting him, with no curiosity at all. I was like, what?? (jadi saya yang curious nih, :P). Walaupun mungkin tidak digambarkan juga di novelnya (saya juga belum baca), tapi enaknya sih, di filmnya di describe sedikit gitu loh, who’s curious and what then..

Well, anyway. Terus terang saya gak ketemu intinya dari film ini dan maunya ke arah mana. Tentang siklus hidup Benjamin? Ya, mungkin. Tapi kurang dalam pembahasannya. Well, like I said, nobody’s curious.! Tentang perjalanan hidup Benjamin? Mungkin juga..tapi sepertinya gitu aja, tanpa klimaks. Atau tentang cinta antara Benjamin dengan Daisy? Mungkin ini lebih tepat. Tapi sayangnya, seperti kurang bisa mengolah emosi (me, in particular).

Now, Brad Pitt. He’s not bad. Walaupun expresi masih kurang, tapi gak buruk aktingnya. Saya geli ketawa lihat Brad Pitt di usia belasan (a.k.a around 50 probably?? Alus bener mukanya, :P).

Ada beberapa yang saya suka di film ini selain Brad Pitt yang masih aja ganteng, :D. Adegan Benjamin di teras bersama ayahnya, watching the sunrise (it’s a beautiful sunrise). Bagi saya cukup unik, because I’m sick with sunset in most movies.

Satu lagi, “Goodnight Benjamin”, “Goodnight Daisy” (The best part in the movie)

Satisfaction Rate: 68%

Thursday, January 8, 2009

keriaan di suatu sore

Novi, Novi.. gara-gara anak satu ini, saya jadi gak konsen kerja kemarin, :P.

Tiba-tiba muncul suatu link di YM saya, “Buka deh”. Duh, dari tulisannya saja saya udah agak males, masalahnya kalau saya buka Last.fm pasti lambreta deh komputer kantor tercinta ini, seperti tidak mengerti keinginan masternya yang doyan denger musik (sigh).

Tapi.. karena memang penasaran, akhirnya saya coba buka.

Gilaaaaaaaa!! Fotonya lucu bangeeeeettt! (spontan uhuy, saya langsung ternganga dan setengah berdiri). Terbeberlah foto-foto keren U2. Memang saya dan Novi selalu bertukar pikiran (layaknya musyawarah) tentang U2. Walaupun saya sempat sesat antara Larry dan Adam (hyahahahaha..bodohnya).

Lagi sibuk jadi pembajak alias save to disk foto-foto tersebut, datang lagi Novi dengan link baru. Kali ini…My Robbie!! Oh my God..it’s like being in a roller coaster, very high tense! The excitement were killing me (agak lebay sih..). Berjuanglah saya kemudian untuk jadi pembajak sejati kemarin sore.

Saya dan Novi memang hobi berat hunting foto-foto “mereka”, para pria ciptaan Tuhan yang mampu menjadi refreshers hari-hari kami. Bagi saya, kegiatan seperti ini adalah salah satu cara untuk mensyukuri keindahan ciptaan Tuhan (alesan banget).

The question is, di usia seperti kami, apakah pantas seperti itu? Ah, simple answer, sah-sah aja. Ini adalah hobi yang sehat. Bikin tetap berjiwa muda.

*yanglagidalamtahapnge-savefoto-fotobonodarilast.fm*

Wednesday, January 7, 2009

instead of cursing


Let’s pray for our fellow Moslems there by reading Al Fath of Al Qur’an.

And…

Instead of cursing those Jews, how about we pray for them. Just like The Greatest Man Ever, Muhammad SAW, who prayed for the people who tortured him:

ﺍﻟﻟﻬﻡ ﺍﻏﻔﺭ ﻟﻘﻮ ﻤﻲ ﻓﺍ ﻨﻬﻡ ﻻ ﻴﻌﻠﻤﻮ ﻦ

Allaahummaghfir liqaumii fa innahum laa ya’ lamuun

“Ya Allah Our Lord, please forgive them, because truly, they don’t understand”

That’s how noble he is.

Tuesday, January 6, 2009

pity the losers

It’s been a long time since my last post other than movie review.. Well, I don’t have anything to say actually. It’s just the world, you know, the people. Quoting King Julian in Madagascar: Escape 2 Africa words, “YOU’RE VERY ANNOYING!!” That’s what people nowadays like.

There’s a crazy war happening in Gaza. With totally lame excuses, those International Saddest Rats And Egomaniac Losers aggressively attack Palestine. Sick! Too many people writing, casting news, video taping this freakin’ war. I don’t even want to talk about it.

It’s a pity. Deep pity I feel for them. Not for the Palestinians, but for that small and greedy country. They’re lost their way in life actually. I feel sorry for that.

God loves those children too much, God doesn’t even want them to live longer in this hypocrite world.

Sunday, January 4, 2009

the duchess

Tema cerita standar drama abad 18. Perjodohan dan penindasan hak-hak kaum wanita. Pernikahan Georgiana dan The Duke of Devonshire tidak bahagia, karena Georgiana tidak bisa memberikan keturunan anak laki-laki. Ketidakbahagiaannya ditambah dengan kebiasaan The Duke yang suka selingkuh kesana kemari.

The Beauty

Without any expectation in watching this movie, I found this one, a masterpiece! Tema cerita memang tidak original, tapi dikemas dengan indah. Dari awal hingga akhir film, saya terpana, I was fulfilled with certain rush of emotional. Kiera Knightley shows a fine performance. Dominic Cooper as Charles Grey (the kid plays Sky in Mamma Mia!) is also very convincing. But above all, Ralph Fiennes proves what a strong actor he truly is (he is nominated for Golden Globe, British Independent Film Award, and other awards).

Satisfaction Rate: 90%