Sunday, November 9, 2008

Beverly Hills Chihuahua


Bela-belain pagi-pagi cabut ke Senci untuk memenuhi undangan nonton. Gak biasanya saya mau nonton film dengan model seperti ini. Hanya karena penasaran, it’s Andy Garcia as a… dog.

CHIHUAHUA!!

Chloe adalah seekor anjing Chihuahua produksi Beverly Hills (baca: lahir di sana, diadopsi oleh orang kaya di sana, selalu dilengkapi dengan fashion style). Selama kepergian pemiliknya, Vivian, Chloe dititipkan ke Rachel, keponakan Vivian, yang kemudian memboyong Chloe ke Mexico dalam rangka berlibur. Di Negara inilah Chloe menghilang dan sempat diculik oleh sebuah komplotan yang bertujuan untuk mengadu anjing. Dibantu oleh Delgado, Chloe melarikan diri dan mengalami berbagai petualangan di Mexico.

WOOF!!

Bukan pertama kalinya Disney memproduksi film dengan tema binatang yang bisa berbicara. Kali ini Disney mengagkat tema anjing Chihuahua, yang memang sangat booming di Hollywood nun jauh di sana. Hollywood stars carrying their small dogs, it’s so typical, right? Remind us of Paris Hilton dan kawan-kawannya yang sejenis gak sih?

Dari segi humor, bolehlah.. Saya sempat terbahak di beberapa scene. Lucu juga, karena saya membayangkan si Andy Garcia-nya sendiri, yang biasanya sok-sok jadi mafia or gangster or apalah yang cool, sekarang diminta menyuarai Delgado, seekor German Shepherd senior mantan K9 yang udah mulai ogah-ogahan.

George Lopez juga berhasil mebawakan sosok Papi, seekor anjing jantan Chihuahua yang cinta mati sama Chloe. Drew Barrymore as Chloe, biasa aja.. suara-suara sok manja gitu deh.

Cerita standar, nothing special. Memang tujuan utama adalah nilai persahabatan, dan yang penting happy ending. Well, it’s Disney.

Satisfaction Rate: 60%

Ps: nonton di Senci theatre 4, GAK OK! Gambar gak focus kadang bikin pusing..!
Juga thanks buat Mr. Palus Liem.

Wednesday, November 5, 2008

Quantum of Solace


Sebagai penggemar baru James Bond, thanks to Mr. Craig, bela-belain saya usahain beli tiket sehari sebelum jadwal rilis. Sempat ragu, apakah sequel ini akan memburuk seperti kebanyakan sequel-sequel film lainnya. And it turned out to be…

So Cool!!

Masih dalam rangka dendam atas kematian Vesper, penyelidikan M16 mengarah ke Mr. White yang berlanjut ke Dominic Greene, yang ternyata sedang dalam rangka berbisnis dengan Jendral Medrano untuk menguasai Bolivia. Greene bertujuan untuk memonopoli seluruh utilitas di Bolivia. Di tengah investigasi, Bond bertemu dengan Camille, yang ternyata punya dendam dengan Medrano. Jadilah Camille sebagai “partner” Bond kali ini.

Rough Bond!

Dari awal saja udah dimanja sama full action kejar-kejaran mobil. Pertama saya pikir, ah.. biasa nih, tapi ternyata, beberapa adegan tabrakan beneran gak nanggung-nanggung! Baru kelar sedikit, muncul lagi adegan kejar-kejaran, kali ini on foot!

The adrenalin pumped harder…

Seperti tidak terlalu peduli dengan jalan cerita, penonton dicekokin dengan banyak action. Istilahnya mau action apa aja ada. Mau darat, laut or udara? Semua ada!! Mostly memang konsepnya chasing scene, pakai mobil, on foot, boat, bahkan pesawat! (sempet ada celetukan dari Novi, wah.. ntar ada pake kereta lagi?!).

But still..

Bagi saya, teknik fightnya juga gak norak dan sama sekali gak maksa’. Walopun adegan bakar-bakaran di hotel yang terakhir agak sedikit overrated, tapi tetap seru-seru aja. Apalagi waktu Bond memeluk Camille di tengah kebakaran, damn! Mengingatkan saya akan shower scene di Casino Royale…(hold your breath women!).

Ada beberapa moment yang mampu bikin saya ber-ovation ria dan berteriak (literally ya..) “woohoooow!!!”, yaitu adegan fight sambil gelantungan di tali temali, that’s hot!! Adegan kejar-kejaran di atap, I thought, aaahh… ini sih pasti si Bond gak berhasil loncat dan gelantungan di pinggir atap, tapi ternyata..! They made it very cool! Juga sewaktu Bond men-jungkirbalik-kan motor. Damn fine, baby!

This one is pure raw action of the new Bond.

Mathieu Amalric as villain memang terlihat kurang garang, tapi justru di situ keunikannya, he's seemed so.. psychotic! Karakter Bond sendiri di sini, sudah lebih membaik dibanding di Casino Royale. He’s so much cooler, namun di samping itu masih bisa terasa emosinya, terlebih ketika diungkit masalah Vesper. Played fine by Mr. Craig.

But then again…

Dari segi cerita, memang QOS ini di bawah Casino Royale. Penyelesaian di akhir cerita juga dibikin gantung, ciri khas film jaman sekarang, agak uncreative. Juga bagi yang berharap gadget yang berlimpah or even Aston Martin yang mulus dan kinclong pasti bakal kecewa. Juga satu yang hilang, the catchphrase, “my name’s Bond, James Bond” (sangat disayangkan).

BTW, untuk OST, memang lagu si Alicia Keys ini terdengar unik, namun kalau dilihat lagi dari film yang sekarang dibanding dengan Casino Royale, saya kok lebih prefer lagu You Know My Name-nya Chris Cornell untuk QOS ya..?

Satisfaction Rate: 90%
(it’s the coolest movie of the year)

Tuesday, November 4, 2008

it's Barack time! we'll see...


It’s official. Barrack Obama wins the election, and he’s gonna rule the world (??). Banyak yang cheering for this. Including di sini, Indonesia. Helloooowww?? Is he even gonna be our president???! (dengan pronounce gaya Chandler-nya Friends)

Saya ngerti, memang banyak yang optimis dengan terpilihnya Obama. Tapi saya rasa, masyarakat dunia ikut bersorak sorai gembira ria hanya karena sudah kepalang ENEG sama si W. Bush itu. Pastinya orang sedunia menanti-nanti datangnya angin segar.

Then.. came along this Obama guy..

Buat orang Indonesia, pasti banyak yang punya rasa bangga (this is funny), karena Obama punya orang tua tiri yang berasal dari Indonesia, dan dia pernah tinggal di Indonesia untuk beberapa saat lamanya. Jadi pasti banyak juga yang berharap supaya Indonesia setidaknya agak lebih didahulukan kepentingannya. Well, it’s normal, wajar.. keep the spirit guys!

Saya sendiri, tidak terlalu peduli dengan election ini. Udah tau sih, so obvious that he would win. But for me, so what?? Pertama dan terakhir kali saya memantau kampanye kepresidenan Amerika Serikat adalah di era Bill Clinton. Benar kata seorang teman saya si Bandit Bali itu, memang layaknya nonton reality show!

Namun seiring perjalanan waktu dan silih berganti dengan presiden lainnya, saya belajar bahwa ada satu yang tidak berubah dari si negara so-called adidaya ini, allies-nya itu loh… satu negara kecil yang bisa ‘megang’ US dengan mudah. I found it as the main weakness of the US. Selama masih seperti ini, saya ragu kaum muslim akan bebas dari penindasan. (hahaha…jadi ingat idealisme satu teman saya).

But then again.. manusia tidak dibilang hidup kalau tidak punya harapan. Jadi saya harus tetap optimis, Obama akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Terutama untuk budaya rasialis di US, dan pastinya semoga bisa memperbaiki krisis global sekarang ini.

So W. Bush.. just, get lost!

Monday, November 3, 2008

battle at Kruger

One of a few best videos I've ever seen. Clearly, the nature speaks of itself.



(taken in Kruger National Park, Africa, by a Safari tourist)

Sunday, November 2, 2008

Tropic Thunder


Jadwal tayang diundur terus, dvd butleg ori gak kunjung tiba. It was like forever waiting for this movie!

Akhirnya Sabtu lalu mendarat juga butleg ori-nya di rumah.

TROPIC BLUNDER!!!

Shooting film perang Tropic Thunder sempat ditunda dan pindah lokasi karena Tugg Speedman, lead actor di film ini, agak bermasalah dalam mengeluarkan emosinya. Tapi kemudian jadi kacau beneran karena ternyata para aktor terjebak di suatu wilayah yang dikuasai oleh gank setempat yang juga memproduksi heroin.

…and the movie itself?

Tropic Thunder adalah project Ben Stiller yang udah tahunan direncanain. Cerita dibuat memang dengan tujuan mengolok-olok Hollywood beserta seisinya (baca: actors, production companies, producers, directors, sampai ke agents juga tidak dilupakan di sini). Dari mulai aktor yang malas ikutan boot camp training untuk kepentingan film perang, produser yang serba menuntut and would do anything for money, sampai agent yang akan menghalalkan segala cara demi kliennya.

..and my opinon?

Ide cerita lumayan unik. Apalagi dikombinasi menjadi sebuah smart comedy seperti ini. Perekrutan Robert Downey Jr. dan Jack Black benar-benar bisa bikin jadi daya tarik utama film ini, secara Kung Fu Panda dan Iron Man adalah dua film yang booming banget tahun ini.

Saya suka openingnya, sedikit penjabaran mengenai para aktornya. Alpa Chino, rapper Hollywood (yang memang sekarang menjamur banget rapper ikutan maen film). Tugg Speedman, aktor laga blockbuster yang terus menerus dengan sequels-nya (hampir nyerempet Sylvester Stallone with his Rocky sequels??). Jeff Portnoy, aktor komedi slapstick with his love in drugs. Terakhir, Kirk Lazarus, aktor Australia, a 5-time Oscar winner yang punya masalah kelakuan (reminds me of Russell Crowe, hihihi…)

Tapi apa beneran lucu’ jadinya?

Well, dialog-dialog memang ditujukan untuk lucu’. Komedi ciri khas Stiller dipadu dengan sedikit slapstick khas Jack Black bagi saya kebanyakan hanya mampu bikin saya tersenyum. Memang ada beberapa adegan yang bikin saya ternganga dan terbahak, tapi itu tidak terlalu banyak padahal mengingat ini adalah sebuah film komedi.

IMHO, maaf juga karena mungkin agak terlalu personal, tapi bagi saya, kalau gak ada Downey, saya akan kasih nilai hanya sedikit di atas rata-rata untuk film ini. Downey’s the man! Hilariously funny! He’s the only funny guy in the movie. He’s so smart “playin’ the dude and disguise as another dude”. I could easily capture that he’s the star in the movie. Gimana gak paling kinclong sendiri?? Dia harus act as an Australian, lengkap dengan aksen kentalnya, ditambah harus ‘menyamar’ sebagai afro, of course with the accent, lengkap dengan ekspresi sok cool dan agak kaku (damn smart!).

…the point is…

Message dari film ini tidak sulit untuk ditangkap. Namun untuk sebuah film komedi saya hanya bisa dibuat tersenyum oleh Stiller dan Black. Sekali lagi.. yang bikin film ini hidup adalah Downey.

O ya, cameo yang saya tangkap dengan mudah di sini adalah Tobey Maguire (sumpah kocak banget di adegan awal film bareng Downey!) , Jon Voight dan Lance N’synch di akhir film. Sedangkan rumor Tom Cruise dan Matthew McConaughey jadi cameo gak benar, yang bahkan ternyata mereka beneran punya role banyak di film ini.

Ada 2 quote yang bikin saya ngakak, lengkap dengan expresi yang kocak dari Kirk Lazarus: “Everyone’s gay once in a while. It’s Hollywood!”, dan 1 lagi, “I don’t read the scripts, the script reads me!” (huahahahahahah!!)

…in the end, TiVO saves the day…

Satisfaction Rate: 78%
(angka sesungguhnya adalah 75%, tapi karena nilai Downey di sini, saya tambahin 3%..:p)

Friday, October 24, 2008

hadits: mengutamakan dunia

مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ

“Barangsiapa yang dunia adalah ambisinya, niscaya Allah ta’aala cerai-beraikan urusannya dan dijadikan kefakiran di hadapan kedua matanya dan Allah tidak memberinya dari harta dunia ini, kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya.”

(HR Ibnu Majah 4095)

Monday, October 20, 2008

Mamma Mia!


Mamma Mia! Here I go again…!

Film ini lengkap, meaning: tema cerita yang cute dan unik, setting tempat dan cinematography yang menyenangkan (I always wanna go to Greece), cast yang menyenangkan, alur film yang catchy, dan pastinya… lagu-lagu ABBA yang tentunya melegenda dan masih belum ada matinya! Semua diramu dengan bagus plus bumbu komedi dan a bit touchy moments (standar drama deh).

Sepanjang film, karya-karya ABBA ditata dengan ‘tidak maksa’. Ada beberapa yang memang agak terasa sedikit memaksa, tapi berhasil dibungkus dengan komedi. Perfect! Sangat menyenangkan menikmati sekitar 22 lagu di film ini, dari mulai Honey, Honey, Chiquitita, Mamma Mia, SOS, I Have A Dream sampai Dancing Queen pastinya!

So much fun…!!

Dalam tiap film pasti saya punya scene favorit, tapi di film ini hampir semua scene adalah favorit. Walaupun yang paling mencengangkan adalah scene di lagu Dancing Queen dan pastinya The Winner Takes It All. Meryl Streep is totally awesome! (as usual…)

Dari jajaran casting, Meryl Streep is still the best. Suaranya sangat above average. Colin Firth juga lumayan, walaupun saya dengarnya, kok agak cempreng ya… :P. Amanda Seyfried juga ok suaranya, walau aktingnya standar.

For Mr. Brosnan, well well.. acting? Gak bisa dibilang jelek juga, emang begitu gayanya dia, suara? Standar abis.. (hahaha…), walaupun di saat high note, dia agak maksa’, jadi kedengeran rocker wannabe :P. But still, he is so damn sexy as hell!! (although I disagree that hell is a sexy thing). Saya dan teman saya menggila tiap kali dia tampil, terlebih ketika that white shirt got wet. Dear God!

Ending dari film ini juga tidak dibuat maksa’. Walaupun ada something yang agak-agak cheesy, but it’s all sweet and fun! Apalagi di saat credit title, you don’t wanna miss it!

Kesedihan saya setelah nonton Body of Lies yang garing warna dan pemandangan, sangat terbayar dengan Mamma Mia! Film ini juga film pertama yang saya tonton ulang setelah liat di dvd. How special is that!

Satisfaction rate: 95%

Ps: Nonton di PS studio 8, ternyata kurang nyaman. Bangku juga gak terlalu empug. Ditambah beberapa gangguan during movie time, munculnya bayangan ‘Windows is Shutting Down’ (what the..?!?), sempat blackout di tengah, dan gambar agak buram.

Satisfaction rate (PS XXI): 50%