Tuesday, October 7, 2008

Mel Gibson: Man On A Mission

Hepi hepi joy joy…!! Dapet kado Lebaran dari Atiek yang baik dan berbudi luhur… :P

Mel Gibson: Man On A Mission. Buku yang udah beberapa bulan yang lalu saya lihat terpajang di Kinokuniya Plaza Senayan. Sebenarnya bersebelahan dengan biografi Robbie Williams: Life Less Ordinary. Tapi gak ngerti kenapa, saya lebih tertarik dengan buku Mel Gibson ini.

Mel Gibson adalah cinta pertama saya dengan aktor Hollywood. Zaman SD kelas-kelas akhir saya sudah mencanangkan diri menjadi penggemar Mel Gibson. Sampai sekarang…

Kabarnya buku ini sempat tidak diizinkan untuk publish karena protes yang dilayangkan oleh Mel sendiri. Justru karena itulah saya jadi makin penasaran.

Thanks Atiek!!

Next Destination: Robbie Williams: Life Less Ordinary!

Monday, October 6, 2008

another keajaiban

Wow! It’s been a long time. I didn’t have the mood to write. Well, until now actually. Banyak banget tema berterbangan di kepala, I just don’t have the strength to express them. But, here’s one of them..

Melanjutkan cerita saya ttg keajaiban Ramadhan, hari ini teman saya, Wiwie, baru saja mengalami hal yang sama. Begini ceritanya…

Beberapa hari sebelum Idul Fitri, Wiwie ikutan Itikaf di Masjid Al Azhar. Di sana dia baca Al Qur’an terjemahan dengan ciri-ciri persis seperti Al Qur’an saya waktu itu. Hanya beda di ukuran, yang mana lebih besar. Wiwie membathin, dia mau banget punya yang seperti itu, karena Al Qur’an terjemahan yang dia punya ukurannya kecil banget.

Siang ini, Bapak penjual buku datang menagih uang Al Qur’an ke saya. Kemudian -saya tidak mau menyebutnya kebetulan, karena bagi saya tidak ada yang namanya kebetulan, adanya takdir- Wiwie nanya ada bawa buku apakah si Bapak itu? Ternyata Bapak bawa Al Qur’an besar persis seperti yang Wiwie mau!

Well, sounds familiar?? Bagi saya, itu adalah petunjuk yang jelas, Allah memberi kemudahan kepada hamba-Nya yang menginginkan kabaikan.

Subhanallah…

Wednesday, September 24, 2008

0.5 second of beauty

Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika.

Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Sebuah las menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara.

Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer (masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah) mencapai tingkat tinggi.

"...Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An Nuur, 24:43)

(Source: harunyahya.com)

Tuesday, September 23, 2008

a man with no palms of hands

I saw a man with no palms of hands this morning. Sit on the edge of bus stairs, among a very crowded passengers. In a hurry, he fetched a few coins from his laps one at the time and gave them one by one to the bus conductor.

A man with no palms of hands. Not an everyday view. Neither a peculiar view. Struck me, leaves me wonder..

There’s a man with no palms of hands somewhere!
While we’re busy taking turns complaining, instead of being grateful.

Monday, September 22, 2008

quotes: Robert Downey Jr.


I know very little about acting. I'm just an incredibly gifted faker.

-robert downey jr.-



BUSARAN 2008



Udah agak basi’ sih.. Lagi males posting, but I feel like I have to report this.

Saturday, September 20, 2008….

Berangkat ke Ancol dengan main destination: SeaWorld. Perjalanan yang cukup penuh rintangan, maklum yang nyetir ibu-ibu, yang keukeuh tidak mau digantikan. Hasilnya, nyasar sampai ke Tanjung Priok!

Anyway..

Saya, ibu, tante dan beberapa keponakan dengan suka ria datang ke SeaWorld karena ada acara spesial hari itu: BUSARAN (Buka Puasa Ramadhan), yaitu buka puasa bersama anak-anak panti asuhan. Acara ini diadakan oleh sebuah organisasi baru, The Way, which stands for To Human being, Earth, World, And Youth.

Dua panti asuhan dengan total 170 anak yatim piatu berhasil digiring dengan tertib dalam rangkaian acara di SeaWorld. Mulai dari tour keliling SeaWorld, sampai berbagai games dan hiburan dari pelawak lokal (jangan tanya siapa ya..) bisa saya nilai sukses. Dengan mudah saya lihat, peserta sangat terhibur.

Founders dari organisasi ini adalah adik saya, Yusuf, dan teman-temannya sesama alumni SMA 31. Dengan waktu yang singkat, hanya kurang dari satu bulan! Mereka bisa dengan suksesnya mengadakan event dengan peserta yang tidak sedikit, plus banyak sponsor. So, two thumbs up buat The Way!!

Hopefully next year bisa lebih keren lagi acaranya…

Sunday, September 21, 2008

kisah pengemis & Rasul Allah SAW


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya. "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?"

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".

"Apakah Itu?", tanya Abu Bakar RA.

"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu?!"

Abu Bakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa mendatangi engkau".

"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku!", bantah si pengemis buta itu.

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia".

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga, dan sejak hari itu menjadi muslim.