Monday, September 8, 2008

i love you 'til the end





I just want to see you
When youre all alone
I just want to catch you if I can
I just want to be there
When the morning light explodes
On your face it radiates
I can't escape
I love you till the end

I just want to tell you nothing
You don't want to hear
All I want is for you to say
Why don't you just take me
Where I've never been before
I know you want to hear me
Catch my breath
I love you till the end

I just want to be there
When were caught in the rain
I just want to see you laugh not cry
I just want to feel you
When the night puts on its cloak
I'm lost for words don't tell me
All I can say
I love you till the end


(The Pogues, PS I Love You Original Soundtrack)

Sunday, September 7, 2008

I wonder..

Bulan puasa kaya’ begini nih, yang biasanya jarang banget sholat, jadi pada rajin sholat. Yang tadinya sholat kaya’ ayam (sujudnya hitungan split second alias cepet banget), jadi dilama-lamain. Yang gak pernah-pernahnya baca Al Qur’an, jadi tiba-tiba nenteng Al Qur’an ke kantor.

Bagus sih.. tapi yang bikin saya heran, setelah Ramadhan lewat, semuanya back to square one.

Oportunis. Mungkin itu istilah yang tepat buat manusia-manusia yang kaya’ begitu. Yang mumpung. Mumpung bulan berkah, hayoh-lah ditingkatkan sebanyak mungkin. There’s nothing wrong with that. Tapi kalau setelah itu ongkang-ongkang kaki lagi? Itu yang saya sebut oportunis. Sepertinya malah bisa cenderung ke arah munafik.

Saya juga lumayan bingung sama sebagian orang yang sholatnya pas-pasan tapi do’anya lama banget. Well, itu hak sih sebenanya. Tuhan juga suka diminta.

Tapi apa gak malu?

Thursday, September 4, 2008

Nabung di bank. Kata orang sih aman. Apa iya?

Baru saja saya liat di online infotainment news, kalau Zaskia Mecca, si bintang sinetron berjilbab yang baru saja ke-gep ngerokok bareng teman-teman artis cowok lainnya, tabungannya dibobol dengan sukses!

Bank-nya BCA. Modusnya persis seperti yang terjadi sama teman sekantor belum lama ini. Terakhir menggunakan ATM Non Tunai BCA, malamnya dicek udah amblas seluruh isi rekening. Setelah complain ke customer service, mereka bilang terjadi pen-transferan sejumlah sekian ke Surabaya, dan sebagian kecil ke suatu bank di Jakarta.

Kemudian korban dipersulit dengan diminta buat surat kehilangan ke polisi, yang mana ternyata polisi dengan mudah menebak kalau ini pasti terjadi di Bank BCA (??!!). Setelah korban minta rekaman kamera di sekitar ATM, BCA mempersulit lagi dengan meminta korban mengambil sendiri rekamannya. Seperti tidak dilayani layaknya korban saja!

Mungkin kalau ini kasusnya adalah kehilangan kartu ATM akan terlihat masih wajar. Tapi dalam hal ini adalah bukan kesalahan nasabah. Belum lagi, menurut penuturan teman saya, customer service bicara berbelit-belit, muter-muter, dan yang lebih mengagetkan, dari awal pembicaraan, belum apa-apa, mereka sudah bilang, “Mba’, yang pasti uang mba’ gak akan kembali”.

What??! How comforting!!

BCA. Bukannya bank ini besar dan reputasinya bagus ya? Setahu saya sih, BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Di mana-mana sepertinya orang punya ATM BCA. Kalau udah begini, gimana jadinya?

Karena termasuk orang yang parno’, jadi saya menyimpulkan kalau itu semua adalah ulah oknum di dalam BCA-nya sendiri. Karena parno'nya tingkat tinggi, saya gak pernah tuh yang bisa percaya penuh sama yang namanya bank, dan paling gak mau yang namanya simpan uang banyak-banyak di satu bank. Saya juga nasabah BCA, tapi yang pasti, maximal 3 hari setelah gajian, semua saya tarik, dan saya sebar kemana-mana. Not in one place, that’s for sure!

Wednesday, September 3, 2008

keajaiban Ramadhan


Terakhir saya baca Al Qur’an secara intense mungkin sekitar 3 bulan yang lalu. Dari hari pertama puasa Ramadhan ini, saya seperti gak ada dorongan buat baca lagi.

Today.. (Masih dalam rangka shock therapy). September 3, 2008:

Jam 13.10, ngobrol sama Wiwie. Dia menunjukkan Al Qur’an kecil oleh-oleh ayahnya dari umroh. Simple, praktis, enteng pula! Yang lebih istimewa, Al-Qur’an itu dicetak berwarna khusus untuk tajwidnya (hukum membaca Qur’an). Saya langsung nyeletuk, “Wah, ini yang gue cari Wie. Colorful. Kecil. Tapi gue maunya yang ada tafsirnya”.

Jam 13.20, Wiwie nelpon dari meja resepsionis depan. “Aris! Ini ada Al Qur’an yang lo cari!”. Masih setengah gak percaya, saya segera melaju ke depan.

Al Qur’an itu teronggok sendirian di atas buku-buku motivasional dan lain-lainnya. Sekitar 12x20 cm, hard cover, ungu dengan motif ukiran gold, lembaran-lembaran berwarna biru muda, plus catatan kaki di tiap halaman! Simply beautiful. Yang menyenangkan, tajwidnya colorful, lengkap dengan 2 pembatas buku yang isinya aturan tajwid itu sendiri. Alhamdulillah sih, saya termasuk yang sudah mengerti tajwid. But still..this is something to me.

Masih saya pegang erat, saya berpikir, “Hmmm..belanja lagi nih, apa budgetnya cukup ya bulan ini? Kira-kira kapan harus bayar ya?”

Tiba-tiba…
“Ris, ini bayarnya abis bulan”. Kata-kata Wiwie membuat saya terperangah, jadi semakin memantapkan pikiran saya, kalau ini memang sudah takdir saya harus beli Al Qur’an indah itu.

Ada teman yang jadi kepengen juga beli Al Qur'an itu, karena nafsu ngeliat bagusnya. Saya bilang, coba loe cari ke kantor depan, mungkin Bapak itu nitip kesana juga. Langsung dia cari, dan ternyata hasilnya...nihil. Gak ada tuh di kantor lain juga. Isn't that something??

Yang selalu mendengar, Yang Penyayang lagi memberi petunjuk. Segala puji bagi-Mu, ya Allah..

Monday, September 1, 2008

Phobic Part III

Aha!! Baru kepikir nih..setelah sekian lama sok-sok gak ngerasa gak punya fobia selain yang pernah saya jabarin di blog ini, ternyata masih ada beberapa! Memalukan sih sebenarnya…(damn).

You know what?! I’m afraid of a very very tall and skinny people. Gak ngerti kenapa. Analisa saya sih, mungkin karena…reminds me of aliens?? Duh, sori banget buat yang very very skinny. But that’s the truth.

Saya juga gak kuat liat darah, in reality ya, bukan di foto or di tv. Padahal saya cukup dikenal gak masalah liat-liat gambar or foto mutilasi dan kawan-kawannya yang sejenis. Bisa puyeng kalo liat cairan kental merah itu. Apalagi kalo dia lagi jalan ngalir. Ow noooooo! Bisa langsung pucat pasi plus keringat dingin sekujur tubuh. Gak banget..! Bagi saya udah bukan bloody hell lagi, tapi blood is hell.

one of my biggest fear


(Hurricane Gustav winds push water against the floodwall of the Mandeville, La., lakefront Monday afternoon Sept. 1, 2008, in the wake of Hurricane Gustav)

Do you ever have a recurring nightmare?
Well, this is one of mine.

Robert Downey Jr. on The Dark Knight

His every word, is exactly how I feel.

“My whole thing is that I saw The Dark Knight. I feel like I’m dumb because I feel like I don’t get how many things that are so smart. It’s like a Ferrari engine of storytelling and script writing and I’m like, ‘That’s not my idea of what I want to see in a movie.’ I loved The Prestige but didn’t understand The Dark Knight. Didn’t get it, still can’t tell you what happened in the movie, what happened to the character and in the end they need him to be a bad guy. I’m like, ‘I get it. This is so high brow and so f*cking smart, I clearly need a college education to understand this movie.’ You know what? F*ck DC Comics. That’s all I have to say and that’s where I’m really coming from.”
(Robert Downey Jr. to MovieHole.net)

Most probably people would think that he’s upset that The Dark Knight beats the h*ll out of Iron Man on Box Office. But I don’t care. I understand clearly what he’s talking about.