
Rilis per 1 Agustus 2008, The Mummy: Tomb of The Dragon Emperor rupanya cukup dinanti kehadirannya oleh moviegoers. Pulang kantor langsung kebut ke Djakarta Theatre –yang sekarang cuma punya dua studio (kenapa juga, saya gak ngerti). Masih pe-de aja bakal kedapetan tiket yang jam 19.45, secara kedua studio sama-sama muter The Mummy. Ternyata eh, ternyata… tiket?? Ludesss..dess..dess.. buat yang jam tersebut di atas. Terpaksalah, jam 21.30 jadi pilihan. Nunggu deh, dari jam 17.30, it’s practically four hours!
Whoops.. apakah filmnya worth dengan perjuangan saya itu?
Kali ini The O’Connell family harus berhadapan dengan Kaisar Cina yang selama ini ‘membeku’ dan kemudian ‘hidup’ kembali. But no.. I’m not gonna tell the story about this film. It’s so obvious that this is about mummies. Saya sama sekali gak keberatan dengan jalan ceritanya. Well, walaupun ada beberapa yang bikin saya jadi, “yah, kok begini?” atau “mmm..maksudnya apa ya, begitu?” atau “kok??”
Yeah, well..
Kalau dari segi cerita, memang terlihat agak sedikit maksa’. Tapi yang paling parah adalah kemasannya. Adegan-adegan yang harusnya bikin tegang, agak terkesan boring bagi saya. Kejar-kejaran di jalanan dengan mobil dan kereta kuda, hmmm… not so good. Sewaktu mereka berusaha mencegah kaisar untuk menuju kolam abadi juga…nope! Not that good. Adegan perang yang terakhir juga biasa aja. Well, semuanya standar. Gak ada yang istimewa. O ya, ide membuat anak the O’Connells jadi tiba-tiba mengalami pertumbuhan pesat, juga maksa’. I mean, in the last Mummy movie, he was like 10 or something (?). Now, he’s like 20 or 25 (??). Orang tua dan anak jadi kelihatan seperti kakak beradik aja gitu..
Bumbu-bumbu komedi -well, setidaknya meant to be one- juga sama sekali gak lucu’. Gak berhasil bikin saya ketawa, or bahkan tersenyum! Berbeda dengan film-film Mummy sebelumnya. Not even close. So..it’s garing, man!
How about the cast? Nah ini dia nih. Bagi saya miscast adalah salah satu penyebab utama bobroknya film ini. Brendan Fraser, no questions asked. Kalo gak ada dia ya..gak ada ‘The Mummy’. Tapi pergantian dari Rachel Weisz ke Maria Bello?? It’s a huge, nope..enormous mistake!! Chemistry Fraser dengan Bello? Zero!! Begitu juga dengan Luke Ford as Alex O’Connell, gak pas aja kaya’nya. Kok saya ngerasa kalo dia kurang bisa acting ya? Yang chemistry-nya terasa cuma antara Fraser dengan John Hannah sebagai Jonathan. Mungkin karena udah langganan di The Mummy.
Satu-satunya yang bikin saya berminat nonton film ini, selain karena suami saya adalah penggemar ‘serial’ The Mummy, juga karena ada Jet Li dan Michelle Yeoh, two of my favorite Mandarin actors. Akting mereka? Ya, begitulah.. lumayan. Anthony Wong –wow! saya suka banget dia di Initial D- juga not bad as a villain, charming, as usual. Russel Wong juga bisa jadi pemandangan indah sekilas di film ini. Ada pendatang baru yaitu Isabella Leong, not bad. Quite pretty, walaupun masih agak jauh di bawah Zang Zi Yi. Mereka semua berperan sebagai orang-orang serius di film ini, sedangkan yang bule-bule, kebagian jadi pelawaknya, yang mana, gatot booo’..gagal total!
O ya by the way, judulnya juga agak ganggu sih.. Tomb of The Dragon Emperor. Kenapa harus Dragon ya? Yang gak taunya di dalam filmnya sendiri si dragonnya cuma keluar sekali doang. Agak gak singkron nih. Yang bagus bagi saya cuma those Yeti, lumayan keren.
Ini adalah film summer kedua yang membuat saya hampir ketiduran di bioskop setelah Pirates of Caribbean: At World’s End. Rob Cohen, what have you done?? Please Hollywood, get a grip! Gak usah terlalu maksa’in deh…
Satisfaction rate: 45%




.jpg)